Prodi Agroteknologi
Rekap Tugas Akhir Mahasiswa Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang
ANALISIS NERACA AIR LAHAN UNTUK PENENTUAN JADWAL TANAM JAGUNG DI KABUPATEN MALANG - 2025
- Title
- ANALISIS NERACA AIR LAHAN UNTUK PENENTUAN JADWAL TANAM JAGUNG DI KABUPATEN MALANG - 2025
- https://drive.google.com/drive/folders/10EWf5UKVolgJ-4hh3xlufOD0USPlUwNy?usp=drive_link
- Creator
- RETNO WULANDARI
- Date
- 2025
- Description
-
Air berperan penting bagi tanaman sebab air merupakan kebutuhan dasar
bagi pertumbuhan tanaman sehingga ketersediaan air tanah menjadi salah satu penentu dalam produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan air tanah melalui perhitungan neraca air lahan guna menyusun jadwal tanam yang optimal bagi tanaman jagung, di wilayah Kabupaten Malang. Neraca air lahan dihitung menggunakan metode Thornthwaite-Mather, yang mengkombinasikan curah hujan, suhu udara, dan evapotranspirasi untuk
memperkirakan ketersediaan air untuk tanaman. Metode penelitian melibatkan pengolahan data neraca air lahan dengan
menganalisis secara spasial menghasilkan peta distribusi ketersediaan air tanaman jagung di wilayah Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
umumnya ketersediaan air tanah bulan Desember hingga April mengalami surplus air yang signifikan menyebabkan ketersediaan air tanaman jagung pada tingkat cukup hingga sangat cukup (ATS > 50%). Sementara pada Agustus hingga
Oktober pada umumnya hampir seluruh wilayah kabupaten Malang memiliki
ketersediaan air bagi tanaman jagung yang kurang. Dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan air tanaman jagung yang berfluktuatif dan kebutuhan air
selama masa pertumbuhan, maka jadwal tanam jagung yang ideal di kabupaten
Malang ditentukan secara umum dapat dilaksanakan 2 kali tanam yang dimulai
pada November atau Desember untuk masa tanam pertama (MT 1) dan masa
tanam kedua (MT 2) dimulai pada Maret. Dengan jadwal ini diharapkan tanaman
mampu memanfaatkan ketersediaan air yang cukup untuk pertumbuhannya dan
terhindar dari kekeringan. - Alternative Title
- S1-1 FP-AGT-25 RETNO WULANDARI_2215421191154453
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERSEMAIAN SOIL BLOCK PADA BAWANG MERAH MENGGUNAKAN BENIH BIJI SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK - 2025
- Title
- PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERSEMAIAN SOIL BLOCK PADA BAWANG MERAH MENGGUNAKAN BENIH BIJI SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK - 2025
- https://drive.google.com/drive/folders/142w92KwzWsEKVQKvrEfaP0LLKBoVpMA7?usp=drive_link
- Creator
- DEWI SEKARSARI TRIJAYA
- Date
- 2025
- Description
-
Pada musim tanam terjadi keterbatasan ketersediaan benih umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) menyebabkan biaya produksi tinggi. Penggunaan benih biji menjadi solusinya namun memerlukan banyak tenaga kerja penyemaian sehingga inovasinya menggunakan soil block. Komposisi soil block harus mendukung pertumbuhan tanaman. Saat pindah tanam upaya efisiensi dosis pemupukan anorganik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi soil block terhadap efisiensi penggunaan dosis pupuk anorganik. Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo Kota Batu (MK II) tahun 2024. Metode penelitian menggunakan RAK faktorial, faktor pertama lima taraf dan faktor kedua tiga taraf, diulang sebanyak tiga kali. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Uji perbandingan antar perlakuan menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil analisa tanah menunjukkan soil block campuran media limbah rawa (S2), soil block campuran media limbah sludge (S3), dan soil block campuran media pupuk kandang kambing (S5) mengandung hara esensial yang tinggi. Hasil penelitian
menunjukkan komposisi soil block terhadap efisiensi penggunaan dosis pupuk anorganik berpengaruh nyata pada parameter pengamatan luas daun, lajupertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih. Pengaruh kedua faktor tunggal dominan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun, dan hasil produksi. Efisiensi terjadi akibat pengaruh faktor tunggal dosis pemupukan, dimana dosis
pemupukan 75% (P2) berbeda nyata dengan dosis pemupukan 50% (P1) dan sama baiknya dengan dosis pemupukan 100% (P3). Efisiensi dosis pemupukan sebesar 25% dari dosis rekomendasi direkomendasikan untuk menghasilkan produksi bawang merah yang tinggi. Perlakuan S2 merupakan komposisi soil block yang direkomendasikan sebagai media semai. Perlakuan S3 merupakan komposisi soil block yang direkomendasikan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bawang merah hingga panen. - Alternative Title
- S1-2 FP-AGT-25 DEWI SEKARSARI TRIJAYA_2225421191154535
PEMANFAATAN LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI KOMPOS DENGAN MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN MOL RAGI TAPE DALAM BUDIDAYA MICROGREEN SAWI - 2024
- Title
- PEMANFAATAN LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI KOMPOS DENGAN MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN MOL RAGI TAPE DALAM BUDIDAYA MICROGREEN SAWI - 2024
- https://drive.google.com/drive/folders/1VbPgX4_qnfTiazTiMFDxpw1sbrL56tSD?usp=drive_link
- Creator
- AISYAH MUTIARA SARI
- Date
- 2024
- Description
-
Limbah merupakan bahan sisa yang terbuang atau dibuang, berasal dari
kegiatan manusia maupun proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomis.
Kompos ialah bahan organik yang didekomposisi dan memiliki fungsi sebagai pupuk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan produk inovatif yang memanfaatkan limbah baglog jamur tiram sebagai kompos. Penggunaan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) dan MOL ragi tape dapat mempercepat proses dekomposisi pembuatan kompos. Kandungan Nutrisi N,P,K dan C-organik yang terkandung, baik untuk proses pertumbuhan microgreen sawi. Penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang disusun dari 2 Faktor Perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali pengulangan dan menghasilkan 24 unit percobaan. Metode analisa dilakukan secara statistik menggunakan 2 jenis uji yakni uji parametriks dan uji non parametriks. Uji parametriks yang digunakan adalah alisis ragam (ANOVA) yang dilanjut dengan uji Duncan. Analisa kedua menggunakan uji non parametriks yakni uji Kruskal wallis untuk menganalisis data hasil uji organoleptik. Hasil analisa menunjukan tidak terdapat interaksi nyata antara penggunaan komposisi media tanam dengan
penggunaan jenis bioaktivator terhadap pertumbuhan dan hasil microgreen sawi.
Hal tersebut terjadi kerana penggunaan komposisi media tanam dan penggunaan
bioaktivator tidak memberikan pengaruh dalam waktu yang bersamaan. - Alternative Title
- S1-1 FP-AGT-24 AISYAH MUTIARA SARI_201542118152834
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT(Solanum lycopersicum,I.) - 2024
- Title
-
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK
ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT(Solanum lycopersicum,I.) - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/1rbafYtlYaKKUTBkX4G7E9ium24MWHYwg?usp=drive_link
- Creator
- YOHANES MADO NEDABANG
- Date
- 2024
- Description
-
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum,L.), merupakan tanaman sayur
buah yang digemari oleh masyarakat dan mempunyai nilai gizi yang tinggi.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui interakasi media tanam dan pupuk serta
pengaruh media tanam dan pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2023 sampai Mei 2023 di greenhouse
fakultas pertanian Universitas Widyagama Malang.
Metode penelitian mengunakan RAK dengan dua faktor yang di teliti yang
pertama media tanam dengan 3 taraf yaitu media tanam tanah, media tanam arang
sekam dan media tanam kotoran ayam . Kedua pemberian pupuk kotoran kambing
dengan 4 taraf yaitu pupuk 0 g/polybag, 250 g/polybag, 500 g/polybag dan 750
g/polybag. Dengan jumlah kombinasi keseluruhan 12 kombinasi, masing – masing
perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga ada 36 satuan percobaan. - Alternative Title
- S1-2 FP-AGT-24 YOHANES MADO NEDABANG_181542118151497
PENGARUH PENGAPLIKASIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracillaria verrucosa) DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) - 2024
- Title
-
PENGARUH PENGAPLIKASIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracillaria verrucosa)
DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/1iAFeIF14GIcaoN3BJuDrsxVuRYdf_q-i?usp=drive_link
- Creator
- JIVA RAUDHA NUR ARDHAKA
- Date
- 2024
- Description
-
Capsicum frutescens, atau cabai rawit, adalah tanaman rempah-rempah
yang banyak dibudidayakan dengan potensi ekonomi yang signifikan bagi para
petani. Tanaman ini memiliki banyak manfaat kesehatan dan berperan penting
dalam mengurangi tingkat kemiskinan di negara-negara berkembang. Namun,
budidaya cabai sering diabaikan dan menghadapi tantangan dari faktor biotik
seperti hama dan penyakit, serta faktor abiotik seperti kekeringan, kekurangan
nutrisi, dan tingkat salinitas yang tinggi. Semua faktor ini dapat menyebabkan
hasil panen cabai yang menurun. Oleh karena itu, penting untuk memberikan
prioritas pada pengembangan budidaya cabai dalam sektor pertanian dan
mengatasi tantangan yang dihadapinya untuk memaksimalkan potensinya.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pemberian pupuk organik
limbah rumput laut dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai.
Percobaan ini menggunakan kombinasi pupuk organik yang berasal dari limbah
rumput laut dan pupuk anorganik NPK 16.16.16. Variabel yang diamati antara
lain pertumbuhan Tinggi Tanaman, Diameter Batang, Jumlah Cabang, Jumlah
Buah, dan Berat Buah per Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap jumlah dan Berat Buah
Cabai. Namun, tidak ada pengaruh secara nyata terhadap Tinggi dan Diameter
Batang Tanaman. Penggunaan kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat
bepengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai.
Perlakuan O2K2 memberikan hasil yang paling optimal. - Alternative Title
- S1-3 FP-AGT-24 JIVA RAUDHA NUR ARDHAKA_171542118151120
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN BERDASARKA HASIL INTERPRETASI VISUAL CITRA SATELIT (Studi Kasus: Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang) - 2024
- Title
- ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN BERDASARKA HASIL INTERPRETASI VISUAL CITRA SATELIT (Studi Kasus: Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang) - 2024
- https://drive.google.com/drive/folders/1SOk4tYqtcZqRI5aecNMc23_wK1y7TeMQ?usp=drive_link
- Creator
- DINO RAMADHAN
- Date
- 2024
- Description
-
Fenomena peningkatan kebutuhan lahan untuk pemukiman dan aktivitas
ekonomi terjadi di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten
Malang. Adanya kebutuhan lahan yang semakin tinggi juga berpengaruh terhadap
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian
ini bermaksud untuk menganalisis seberapa besar perubahan lahan pertanian di
Desa Pandansari dan mengetahui besaran perubahan harga NJOP pada perubahan
lahan pertanian tersebut. Metode analisis data yang digunakan adalah survei
lapangan, interpretasi citra, tumpang susun peta, dan analisis deskriptif untuk
penggunaan lahan pada rentang waktu 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan
perubahan terhadap penggunaan lahan pertanian selama 5 tahun periode penelitian
beralih fungsi menjadi permukiman, bangunan industri, dan bangunan komersial.
Pada tahun 2023, terjadi perubahan terhadap luas lahan pertanian yang semula
416 Ha menjadi 395,6 Ha dan perubahan luas wilayah pemukiman sebesar 500,4
Ha dari semula 480,0 Ha. Hal tersebut juga berdampak terhadap NJOP, yang
mana konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri mengalami kenaikan
NJOP tertinggi dengan rata-rata sekitar 6,40%. Konversi lahan pertanian menjadi
perumahan tidak terencana dan terencana rata-rata sebesar 6,26% dan 6,38%, serta
konversi lahan pertanian menjadi kawasan komersial rata-rata sebesar 6,15%.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penataan
wilayah di Desa Pandansari, khususnya untuk melindungi lahan pertanian - Alternative Title
- S1-4 FP-AGT-24 DINO RAMADHAN_212542119253829
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa l.) - 2024
- Title
-
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala)
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa l.) - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/1XUOLbowPY3tkajkXoQIv6Z9t-J4yCuFW?usp=drive_link
- Creator
- Kurniawan Tutur Budi Pratama
- Date
- 2024
- Description
-
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk cair dari
ekstrak daun lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilaksanakan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yang terdiri dari empat
konsentrasi pupuk cair daun lamtoro (25%, 50%, 75%, dan 100%) serta satu kontrol
tanpa pemberian pupuk cair daun lamtoro. Sebagai pembanding, pupuk NPK
diberikan pada perlakuan terakhir. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman,
jumlah daun, panjang dan lebar daun, berat basah, serta berat kering tanaman sawi
pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair daun lamtoro
berpengaruh signifikan terhadap pertambahan tinggi tanaman, berat basah, dan
berat kering tanaman, tetapi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah
daun, panjang daun, dan lebar daun. Konsentrasi pupuk cair daun lamtoro sebesar
25% memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan produksi sawi pakcoy,
dengan peningkatan signifikan pada tinggi tanaman, berat basah, dan berat kering.
Perlakuan dengan konsentrasi pupuk yang lebih tinggi (50%, 75%, dan 100%)
menunjukkan hasil yang kurang optimal karena penyerapan nutrisi yang tidak
maksimal. Kesimpulannya, pupuk cair daun lamtoro dengan konsentrasi 25%
paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi
pakcoy. Peningkatan konsentrasi pupuk tidak selalu memberikan hasil yang lebih
baik, sehingga konsentrasi optimal perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk cair
organik. - Alternative Title
- S1-5 FP-AGT-24 KURNIAWAN TUTUR BUDI PRATAMA_202542118253317
PENGARUH EFEKTIVITAS HERBISIDA ALAMI TERHADAP GULMAvRUMPUT TEKI (Cyperus rotundus, L) - 2024
- Title
- PENGARUH EFEKTIVITAS HERBISIDA ALAMI TERHADAP GULMAvRUMPUT TEKI (Cyperus rotundus, L) - 2024
- https://drive.google.com/drive/folders/1k2A3AjPMmMvN2OEbfxZazj4ua52UYVgE?usp=drive_link
- Creator
- ZAILIR ROHMAH
- Date
- 2024
- Description
-
Tumbuhan yang tidak diinginkan manusia dikenal sebagai gulma karena
dapat merugikan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena
gulma tertentu mengandung duri yang mematikan, gulma dapat secara langsung
menyebabkan luka atau iritasi pada manusia selain secara tidak langsung
mengurangi nilai estetika tanaman dan dekorasi. Penggunaan teknik pengelolaan
gulma yang ramah lingkungan saat ini sedang dilakukan. Mengkaji kemungkinan
penggunaan bahan kimia fenolik dari berbagai tanaman sebagai herbisida alami
merupakan salah satu strategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengevaluasi efikasi berbagai dosis herbisida, seperti ekstrak daun ketapang laut
(Terminalia catappa) dan ekstrak daun mangga arumanis (Mangifera indica),
dalam mengelola gulma teki (Cyperus rotundus). Zat kimia yang ditemukan
dalam ekstrak daun ketapang laut dan mangga, seperti fenol, asam fenolik,
kumarin, dan flavonoid, dapat menimbulkan fitotoksisitas dan efek berat basah
terhadap gulma alang-alang (Cyperus rotundus), sehingga cocok digunakan
sebagai herbisida alami atau bioherbisida. - Alternative Title
- S1-6 FP-AGT-24 ZAILIR ROHMAH_201542118153067
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGREK HUTAN (EPIFIT) DI RESORT PTN RANU DARUNGAN – SEKSI PTN WILAYAH IV BIDANG PTN WILAYAH II – BALAI BESAR TN BTS - 2023
- Title
- STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGREK HUTAN (EPIFIT) DI RESORT PTN RANU DARUNGAN – SEKSI PTN WILAYAH IV BIDANG PTN WILAYAH II – BALAI BESAR TN BTS - 2023
- https://drive.google.com/drive/folders/1kTN2RKyu393Y2ik3FHGyBDCkHZO9Nrpf?usp=drive_link
- Creator
- HARYONO PRAWITO
- Date
- 2023
- Description
-
Anggrek adalah tanaman herba dengan bunga yang berbentuk sangat
beragam dan tergolong famili Orchidaceae. Anggrek merupakan tumbuhan yang
termasuk dalam famili berbiji yang terbesar. Berdasarkan tempat tumbuhnya,
anggrek dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan tempat tumbuhnya yaitu
anggrek epifit dan anggrek terrestrial. Dataran rendah sampai pegunungan dengan
ketinggian 50–600 mdpl umumnya anggrek dapat tumbuh, dan dengan ketinggian
700–1.100 mdpl anggrek dapat tumbuh dengan baik pada suhu atau temperatur
antara 5–18 °C.
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman spesies anggrek
epifit dan pengaruh ketinggian tempat serta mendata pohon inang habitat anggrek
epifit di RPTN Ranu Darungan. Tempat dilakukan penelitian ini yaitu di wilayah
hutan Resort PTN Ranu Darungan (Blok Loji dan Ranu Lingga Rekisi) pada
bulan Mei 2023 sampai bulan Juli 2023. - Alternative Title
- S1-2 FP-AGT-23 HARYONO PRAWITO_2125421191153809
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH BERKHASIAT OBAT DI RPTN COBAN TRISULA KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU -2023
- Title
- KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH BERKHASIAT OBAT DI RPTN COBAN TRISULA KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU -2023
- https://drive.google.com/drive/folders/1K0O_caVhYkl1GwQP3ORq5vvY3RDUffMe?usp=drive_link
- Creator
- Siti Maya
- Date
- 2023
- Description
-
RPTN Coban Trisula, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis di Indonesia yang di duga
memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, memberikan peluang
berbagai spesies tumbuhan, termasuk tumbuhan bawah untuk hidup bersama
dalam ekosistem. Tumbuhan bawah memiliki peran penting dalam menjaga
stabilitas ekosistem dan memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional. Jenis
tumbuhan bawah berkhasiat obat di RPTN Coban Trisula belum banyak
diketahui, dengan demikian perlu digali potensi keanekaragamannya, komposisi
jenis dan struktur tumbuhan bawah berkhasiat obat.
Penelitian dilakukan di tiga blok RPTN Coban Trisula yaitu Blok
Pusung Bledok Pasang, Blok Beji, dan Blok Jemplang. Penentuan petak contoh
menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik sampel jenis
tumbuhan bawah berkhasiat obat yang ditemukan di lantai hutan, lantai hutan
terbuka, dan tepi jalan, mulai ketinggian 1500, 2000, dan 2200 mdpl. Metode
analisis vegetasi menggunakan teknik jalur berpetak (quadrat line transect).
Setiap blok yang ditetapkan terdiri dari 5 petak contoh. Petak contoh berukuran 2
x 2 meter. Jarak antar petak contoh sepanjang 20 meter. Jumlah keseluruhan unit sampel yang digunakan sebanyak 15 petak contoh dengan luas total 60 m2 - Alternative Title
- S1-3 FP-AGT-23 SITI MAYA_2125421191153841
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA PADA VIABILITAS PERKECAMBAHAN BENIH TOMAT (Lycopersicum esculentum) (2023)
- Title
- PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA PADA VIABILITAS PERKECAMBAHAN BENIH TOMAT (Lycopersicum esculentum) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1LaWJ1JkQCCn2SF_UCnnGMmSnExxM6V1A
- Creator
- CINDY ADELA ALDANIA
- Date
- 2023
- Description
-
Kualitas benih merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
hasil tomat. Benih berkualitas salah satunya ditentukan oleh vigor benih.
Invigorasi adalah proses peningkatan vigor benih dengan teknik perlakuan
tertentu. Invigorasi atau priming pada benih dapat dilakukan melalui hydropriming
yaitu suatu cara perendaman benih dengan menggunakan larutan tertentu.
Peningkatan vigor benih dapat dilakukan dengan teknik perlakuan perendaman
dengan menggunakan air kelapa muda. Air kelapa adalah cairan endosperm yang
memiliki senyawa organik. Senyawa organik yang terdapat pada air kelapa meliputi
auksin dan sitokinin. Air kelapa banyak mengandung mineral antara lain Na, Ca,
Mg, Fe, Cu, P. Air kelapa selain mengandung mineral juga mengandung
hormon auksin dan sitokinin. Kedua hormon ini penting dalam pertumbuhan dan
jumlah daun pada tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian konsentrasi
air kelapa terhadap pengaruh viabilitas perkecambahan benih tomat. Adapun jenis
konsentrasi tersebut : A0 (perendaman air kelapa 0%), A1 (perendaman air kelapa
15%), A2 (perendaman air kelapa 25%), A3 (perendaman air kelapa 35%), A4
(perendaman air kelapa 45%) perendaman dilakukan selama 15 menit. Rancangan
percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (analisis of variance)
untuk mengetahui perbandingan rata-rata faktor perlakuan. Sedangkan perlakuan
yang menunjukkan hasil beda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ)
atau uji Tukey pada tara uji 5%. Variabel pengamatan benih tomat adalah :
persentase daya kecambah, panjang kecambah, panjang hipokotil kecambah,
panjang akar kecambah, berat basah kecambah, berat kering kecambah.
Hasil analisa menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi air kelapa pada
benih tomat tidak berpengaruh nyata terhadap persentase daya kecambah, panjang
kecambah, panjang hipokotil kecambah, panjang akar kecambah, berat basah
kecambah dan berat kering kecambah pada umur 7 hari. - Alternative Title
- S1-4 FP-AGT-23 CINDY ADELA ALDANIA_191542118152180
PENGARUH PEMBERIAN PESTISIDA ORGANIK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SERANGAN HAMA PADA TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L.) (2023)
- Title
- PENGARUH PEMBERIAN PESTISIDA ORGANIK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SERANGAN HAMA PADA TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L.) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1xuM32r-a-JAnr4GvdUyO9mpLuqVGIs9s
- Creator
- MARIA ROSWITA BHENO SUE
- Date
- 2023
- Description
-
Jeruk manis (Citrus sinensis L.) adalah produk pertanian yang sangat
penting dan menempati posisi terdepan dalam industri pengolahan hasil pertanian
Tanaman jeruk manis juga merupakan salah satu buah yang dapat dibudidayakan
di berbagai tempat mulai dataran rendah hingga dataran tinggi, daerah tropis hingga
subtropis. Pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan dan aman untuk
kesehatan konsumen dapat menggunakan bahan alam yang cukup potensial adalah
bahan intektisida dari tumbuhan atau yang sering disebut dengan pestisida nabati.
Salah satu bagian tanaman yang bisa dijadikan pestisida alami yaitu daun pepaya.
Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa toksik seperti
saponin, alkaloid, papain, flavonoid. Pestisida daun pepaya diyakini mempunyai
efektifitas yang tinggi dan dampak spesifik terhadap organisme pengganggu. Salah
satu kelebihan dari penggunaan daun pepaya sebagai insektisida nabati adalah
mudah didapat, aman terhadap tanaman, sulit menimbulkan kekebalan pada hama.
Metode penelitian ini menggunakan bentuk desain pre-eksperimental
designs dengan pola one-group pretest-posttest design. Pada jenis desain ini,
dilakukan pre-test sebelum adanya perlakuan dan diberikan post-test setelah adanya
perlakuan, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 25 pohon
tanaman jeruk manis. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan uji
normalitas Shapiro-Wilk bertujuan untuk menentukan data yang telah diambil dari
populasi normal atau tidak. Sedangakan untuk uji lanjutnya dengan menggunakan
uji statistik Paired Sample Test (Uji dua sampel berpasangan) bertujuan untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dari dua sample yang berpasangan.
Variabel pengamatan adalah : dengan melihat analisis perubahan warna daun, buah
dan serangan hama pada tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L).
Hasil analisa menunjukan bahwa data penelitian pada pre-test dan post test
pada serangan hama pada tanaman jeruk manis adalah signifikansi (.sig) > taraf
nyata (5%) maka data penelitian tersebut terdistribusi normal. Dan data penelitian
pada nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan
antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan ekstrak pestisida organik daun pepaya
(Carica papaya L.) pada tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L.). Hasil persentase
kondisi sebelum diberi perlakuan dan respon tanaman jeruk manis setelah diberi
perlakuan ekstrak pestisida organik daun pepaya menunjukan respon yang baik
(33,33%-66,66%) dan sangat baik (66.67%-100%). - Alternative Title
- S1-5 FP-AGT-23 MARIA ROSWITA BHENO SUE_191542118152482
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN KAMBING PADA KEBERHASILAN PERTUMBUHAN STEK BATANG BELUNTAS (Pluchea indica L. Less) (2023)
- Title
- PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN KAMBING PADA KEBERHASILAN PERTUMBUHAN STEK BATANG BELUNTAS (Pluchea indica L. Less) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1usNTfg5eKs6Y8IZeDuXmKZGZSr8uPEwb
- Creator
- ANGGIE POETRA PERDIPUSA
- Date
- 2023
- Description
-
Beluntas merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian
tanaman yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. Upaya untuk meningkatkan kuantitas
dan kualitas tanaman beluntas ialah dengan pengembangan teknik budidaya, salah
satunya yaitu budidaya secara vegetative stek batang dan penambahan pupuk organik dari
pupuk kandang kotoran kambing.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2023 dan bertempat di
UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Batu Jawa Timur. Desain percobaan
menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor perlakuan.
Faktor pertama yaitu asal bahan stek terdiri dari 3 taraf dan aktor kedua adalah dosis
pupuk kandang kotoran kambing yang terdiri dari 4 taraf sehingga terdapat 12 kombinasi
perlakuan, dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Perlakuan
tersebut antara lain : S1K0 : Stek batang atas + tanpa pupuk kandang kotoran kambing;
S1K1 : Stek batang atas + dosis pupuk kandang kotoran kambing 15 ton.ha-1; S1K2: Stek
batang atas + dosis pupuk kandang kotoran kambing 20 ton.ha-1; S1K3 : Stek batang
atas + dosis pupuk kandang kotoran kambing 25 ton.ha
-1; S2K0 : Stek batang tengah +
tanpa pupuk kambing kotoran kambing; S2K1 : Stek batang tengah + dosis pupuk
kandang kotoran kambing 15 ton.ha-1; S2K2 : Stek batang tengah + dosis pupuk kandang
kotoran kambing 20 ton.ha-1; S2K3 : Stek batang tengah + dosis pupuk kandang kotoran
kambing 25 ton.ha-1; S3K0 : Stek batang bawah + tanpa pupuk kambing kotoran
kambing; S3K1 : Stek batang bawah + dosis pupuk kandang kotoran kambing 15 ton.ha-
1
; S3K2 : Stek batang bawah + dosis pupuk kandang kotoran kambing 20 ton.ha-1; S3K3 :
Stek batang bawah + dosis pupuk kandang kotoran kambing 25 ton.ha-1. Variabel
pengamatan meliputi jumlah stek hidup, waktu inisiasi tunas, jumlah tunas, jumlah daun,
jumlah akar primer dan panjang akar primer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata interaksi perlakuan
asal bahan stek dan dosis pupuk kandang kotoran kambing pada variabel pengamatan
yaitu waktu inisiasi tunas, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar primer dan panjang
akar primer. Perlakuan yang memiliki pertumbuhan terbaik yaitu asal bahan stek tengah
dengan aplikasi pupuk kandang kotoran kambing dosis 15 ton.ha-1 (S2K1). - Alternative Title
- S1-6 FP-AGT-23 ANGGIE POETRA PERDIPUSA_191542119152454
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) LIDAH BUAYA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR (Rosa hybrida.) (2023)
- Title
- PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) LIDAH BUAYA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR (Rosa hybrida.) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1LdAndJd585hACVDYlzEZrDgQ_LDGuWBx
- Creator
- FIRMAN HIDAYAT
- Date
- 2023
- Description
-
Bunga Mawar (Rosa sp.) terkenal sebagai tanaman hias yang dapat
dimanfaatkan untuk berbagai hal, misalnya sebagai tanaman hias di taman, dalam
pot, sebagai bunga, sebagai pewangi dan produk lainnya, serta sebagai kosmetik
dan obat-obatan. Upaya untuk meningkatkan pasokan tanaman mawar dengan
memanfaatkan berbagai teknik, salah satunya perbanyakan vegetatif khususnya
stek dan dengan pemberian ZPT.
Penelitian ini dilakukan di Lahan PT Sumba Wahana Prima Usaha
Beralamat JL. Inspektur Polisi Soewoto No. 6A Bedali, Lawang, Kabupaten
Malangdengan ketinggian 539 mdpl, dengan rata-rata suhu terendah 21°C dan
tertinggi 30°C pada bulan Maret hingga Mei 2023. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dalm beberapa faktor yaitu: Z1 :
Tanpa ZPT, Z2 : ZPT Rootone-F, Z3 : ZPT Lidah Buaya dengan Konsentrasi
20%, Z4 : ZPT Lidah Buaya dengan Konsentrasi 40%, Z5 : ZPT Lidah Buaya
dengan Konsentrasi 60%, Z6 : ZPT Lidah Buaya dengan Konsentrasi 80%, Z7 :
ZPT Lidah Buaya dengan Konsentrasi 100%. Dengan demikian diperoleh 7
perlakuan, setiap perlakuan diulangi 3 kali, sehingga terdapat 21 unit percobaan
dan setiap percobaan menggunakan 5 tanaman sampel sehingga tanaman
keseluruhan 105 tanaman. Parameter pengamatan jumlah tunas, jumlah daun,
panjang akar, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot kering
tajuk, bobot segar biomassa total, bobot kering biomassa total, persentase hidup
stek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian ZPT lidah buaya pada
konsentrasi yang berbeda memberikan jumlah daun, berat akar berbeda pada
kondisi segar dan kering, Perlakuan Z7 lebih baik dibandingkan dengan perlakuan
Z1 dan Z5. - Alternative Title
- S1-7 FP-AGT-23 FIRMAN HIDAYAT_191542119152163
PENGARUH ZPT ALAMI AIR KELAPA MUDA DAN EKSTRAK TOMAT PADA PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MAWAR VARIETAS HOLLAND (Rosa sp) (2023)
- Title
- PENGARUH ZPT ALAMI AIR KELAPA MUDA DAN EKSTRAK TOMAT PADA PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MAWAR VARIETAS HOLLAND (Rosa sp) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1Clnscl1MFocMRJ66qWY8wAjz021qW_oF
- Creator
- PINKY VIONA RUDIANINGSIH
- Date
- 2023
- Description
-
Penelitian ini dilaksanakan di lahan terbuka yang berlokasi di Jl. Metro, Sisir, Kec.
Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan April
2023 sampai dengan bulan Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian ZPT alami air kelapa dan ekstrak tomat terhadap pertumbuhan
stek mawar variertas holland.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor
perlakuan. Faktor pertama yaitu lama perendaman ZPT air kelapa K1 : 3 jam (75%),
K2 : 4 jam (75%), K3 : 5 jam (75%) dan faktor kedua yaitu pemberian ekstrak tomat
T0 : tanpa ekstrak tomat, T1 : 75 g/l, T2 : 100 g/l. terdapat 9 kombinasi perlakuan dan
3 ulangan sehingga terdapat 27 plot. Parameter yang diamati meliputi jumlah tunas,
jumlah daun, panjang akar, berat basah tanaman dan berat kering tanaman.
Dari hasil penelitian berdasarkan analisa ragam terdapat interaksi antar perlakuan pada
parameter jumlah tunas, jumlah daun dan panjang akar. Variabel jumlah tunas
menunjukkan beda nyata pada umur 35 HST dan 42 HST, jumlah daun umur 56 HST
pada perlakuan K3T1 sebanyak 59,33 helai yang berbeda nyata dengan perlakuan
K2T0 dan K3T2 dan panjang akar umur 56 HST pada perlakuan K3T1 yakni 15,27 cm
yang berbeda nyata dengan perlakuan K1T2 yaitu 8,55 namun tidak berbeda nyata
dengan perlakuan lain. Pada parameter berat basah dan berat kering total tanaman tidak
terdapat beda nyata. - Alternative Title
- S1-8 FP-AGT-23 PINKY VIONA RUDININGSIH_181542119151476
PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN DAN LAMA PENYIMPANAN ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK MANGGA (Mangifera indica, L.) VARIETAS AGRI GARDINA 45 (2023)
- Title
- PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN DAN LAMA PENYIMPANAN ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK MANGGA (Mangifera indica, L.) VARIETAS AGRI GARDINA 45 (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1MmujOmrTUuPILCdtOGXgHhaG3xWL0Wpu
- Creator
- HADI CAHYONO KURNIAWAN
- Date
- 2023
- Description
-
Hadi Cahyono Kurniawan. “Pengaruh Media Penyimpanan dan Lama
Penyimpanan Entres Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Mangga (Mangifera
indica, L.) Varietas Agri Gardina 45”. Dibawah bimbingan Dr. Ir. Ririen
Prihandarini, MS., selaku dosen pembimbing I dan Ir. Elik Murni Ningtias
Ningsih, M.P., selaku dosen pembimbing II.
Penelitian ini dilaksanakan di dalam Screen house UPT Pengembangan
Benih Hortikultura Jl. Urip Sumoharjo No. 33 Kelurahan Pohjentrek Kecamatan
Purworejo Kota Pasuruan, dengan ketinggian tempat 4 mdpl pada bulan Maret
2023 sampai dengan Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh media penyimpanan dan lama penyimpanan entres terhadap
keberhasilan sambung pucuk mangga (Mangifera indica, L.) varietas Agri
Gardina 45.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
Faktorial, dengan 2 (dua) faktor yang diteliti yaitu Faktor ke-1 lama penyimpanan
L0 : 0 hari (tanpa simpan), LI : 2 hari simpan, L2 : 4 hari simpan, L3 : 6 hari
simpan dan faktor ke-2 media penyimpanan M1 : pelepah pisang, M2 : kertas
koran lembab, M3 : plastik polyethylene. Terdapat 12 kombinasi perlakuan
dengan 4 ulangan menghasilkan 48 plot. Parameter yang diamati meliputi kadar
air entres, persentase bibit jadi, waktu pecah tunas, panjang tunas, diameter tunas,
jumlah tunas dan jumlah daun.
Hasil penelitian berdasarkan analisis ragam didapatkan hasil sebagai
berikut: terjadi interaksi antara media penyimpanan dan lama penyimpanan entres
terhadap parameter persentase bibit jadi dan jumlah daun. Parameter persentase
bibit jadi tertinggi ditunjukkan pada perlakuan L0M1, L0M2, L0M3, L1M1,
L1M2, L1M3, L2M1, L2M2, L2M3 dan L3M1 dengan hasil 100,00% sedangkan
parameter jumlah daun terbanyak ditunjukkan pada perlakuan L1M2 dengan hasil
20,50 helai di umur 25, 32, 39, 46, 53 HSS dan 20,87 helai di umur 60 HSS.
Perlakuan media penyimpanan entres tidak berpengaruh terhadap semua variabel
pengamatan. Perlakuan lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap parameter
kadar air entres, waktu pecah tunas, panjang tunas (25,32,39,46 HSS), diameter
tunas dan jumlah tunas.
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN POC AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREEN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) (2023)
- Title
- PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN POC AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREEN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1neYa2am57V7AFWz-DRR0Re3AneVSvrHu
- Creator
- Pius Rikardus Patas
- Date
- 2023
- Description
-
Sawi hijau merupakan tanaman sayur spesies (Brassica juncea L.), sawi
hijau juga merupakan salah satu angota dari keluarga tanaman kubis-kubisan.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui interakasi POC air kelapa dan media
tanam terhadap pertumbuhan microgreen sawi hijau dan mengetahui pengaruh
konsentrasi POC air kelapa pada medua tanam terhadap pertumbuhan microgreen
sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada 01 juni sampai 12 juni 2023 di
greenhouse fakultas pertanian Universitas Widyagama Malang.
Metode penelitian mengunakan RAL dengan dua faktor yang di teliti yang
pertama media tanam dengan 3 taraf yaitu media tanam tanah, media tanam
cocopeat dan media tanam rockwool. Kedua pemberian POC dengan 3 taraf yaitu
kontrol, POC 50 % dan POC 75%. Dengan jumlah keseluruhan sampel dalam
penelitian ini adalah 27.
Hasil penelitian menunjikan tidak terdapat pengaruh interaksi perlakuam
macam media tanam dan pemberian poc air kelapa terhadap daya berkecambah
umur 6 HST, tinggi tanaman 6 HST, kandungan chlorofil a, chlorofil b, chlorofil
total. Terdapat pengaruh interaksi perlakuam macam media tanam dan pemberian
poc air kelapa terhadap daya berkecambah umur 12 HST, tinggi tanaman 12 HST,
dan berat basah tanaman. Perlakuan M3A3 (media tanam cocopeat dan POC air
kelapa 75%) menunjukkan hasil tertinggi pada parameter daya berkecambah umur
12 HST, tinggi tanaman 12 HST, dan berat basah. Rata-rata Kandungan chlorofil
tertinggi terdapat pada perlakuan M3A3 (media tanam cocopeat dan POC air kelapa
75%) meskipun perlakuan interaksi media tanam cocopeat dan POC air kelapa tidak
menunjukkan pengaruh nyata dan yang terendah terdapat pada perlakuan tanpa
POC - Alternative Title
- S1-10 FP-AGT-23 PIUS RIKARDUS PATAS_1825421181252069
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria ananassa) (2023)
- Title
- PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria ananassa) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1WpTkbNU_1jc-qN_siK7YDCAR_r1Wecrt
- Creator
- SULIKA
- Date
- 2023
- Description
-
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman
stroberi (Fragaria ananassa) karena pengaruh konsentrasi pupuk organik cair (POC)
cangkang telur ayam. Metode yang digunakan adalah metode percobaan / eksperimen .
penelitian ini dilakukan di Omah Kebun Bumi Aji ( OKBA) Kota Batu. Rancangan
percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (ral) satu factorial yaitu
pemberian pupuk organic cair dari limbah kulit cangkang telur ayam yang diberi berbagai
dosis. Jenis perlakuan terdiri dari : Kontrol ( tanpa penambahan pupuk/ dosis (A0), pupuk
organik cair ( POC ) cangkang telur dengan konsentrasi 0,75% (A1), pupuk organik cair (
POC ) cangkang telur dengan konsentrasi 1,50% (A2) , pupuk organik cair ( POC )
cangkang telur dengan konsentrasi 2,25% (A3), pupuk organik cair ( POC ) cangkang telur
dengan konsentrasi 30%( A4). Pada setiap perlakuan terdapat diulang sebanyak 4 kali.
Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi POC (Pupuk Organik Cair) cangkang
telur ayamberpengaruh nyata terhadap panjang tanaman pada pengamatan pertama dan
tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun, jumlah cabang, berat buah per buah serta
jumlah buah per tanaman pada tanaman stroberi (Fragaria ananassa) yang disebabkan
oleh rendah nya dosis POC cangkang telur disebabkan oleh kurangnya dosis konsentrasi
penelitian. - Alternative Title
- S1-11 FP-AGT-23 SULIKA_191542118152517
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L) UNTUK PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG VARIETAS GRANOLA L ( Solanum tuberosum L) SECARA In Vitro (2023)
- Title
-
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L) UNTUK PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG VARIETAS
GRANOLA L ( Solanum tuberosum L) SECARA In Vitro (2023) - https://drive.google.com/drive/folders/1BvM1Gtw0pZukt1D1b7aSZGmA6Kp3rncC
- Creator
- Abdurrakhman Wakhid
- Date
- 2023
- Description
-
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kebun Benih Hortikultura
Sidomulyo – Batu UPT Pengembangan Benih Hortikultura Provinsi Jawa Timur .
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan berbagai konsentrasi air
kelapa muda (Cocos nucifera L.) untuk pertumbuhan planlet kentang varietas
Granola L ( Solanum tuberosum L.) secara In Vitro
Penelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan metode Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 1 faktor yang diulang sebanyak 5
kali. Dengan perlakuan K1 : tanpa perlakuan, K2 : 50 ml air kelapa muda, K3 :
100 ml air kelapa muda, K4 : 150 ml air kelapa muda, K5: 200 ml air kelapa
muda. Parameter yang diamati meliputi persentase terkontaminasi, jumlah daun,
jumlah tunas, panjang tunas dan jumlah akar.
Hasil penelitian menunjukkan persentase eksplan hidup planlet tanaman
kentang pada berbagai konsentrasi air kelapa tidak ada yang mengalami
kontaminasi. Parameter jumlah daun tidak berpengaruh pada berbagai umur
pengamatan. Parameter panjang tunas perlakuan penambahan berbagai
konsentrasi air kelapa muda berpengaruh sangat nyata pada umur pengamatan
PT2, PT2, dan PT3. Parameter jumlah tunas tidak berpengaruh pada berbagai
umur pengamatan dan parameter. Jumlah akar perlakuan penambahan berbagai
konsentrasi air kelapa muda tidak berpengaruh pada pengamatan. - Alternative Title
- S1-12 FP-AGT-23 ABDURRAKHMAN WAKHID_19152119252494
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH KECAMBAH KACANG HIJAU DAN BAGIAN ASAL STEK BATANG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lor.) Merr) (2023)
- Title
-
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH KECAMBAH KACANG HIJAU DAN BAGIAN ASAL STEK BATANG
TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lor.) Merr) (2023) - https://drive.google.com/drive/folders/1G2g4YlKizhOAaaEXHRgEXd-h46_HRE8w
- Creator
- Mohamad Yusuf Ardiansyah
- Date
- 2023
- Description
-
Tanaman sambung nyawa (Gynura procumbens (Lor.) Merr) telah dikenal
sebagai tanaman obat yang memberi manfaat bagi kesehatan karena pada bagian
daunnya mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, dan terpenoid.
Penelitian ini berfokus pada pengaruh zat pengatur tumbuh kecambah kacang hijau
dan pemilihan bagian asal stek batang tanaman sambung nyawa yang paling baik
untuk bahan perbanyakan dengan stek.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2023 bertempat di
UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Batu Jawa Timur. Desain percobaan
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan.
Faktor pertama adalah bagian asal bahan stek terdiri dari: B1: Bagian pucuk; B2:
Bagian tengah; B3: Bagian bawah. Faktor kedua yaitu dosis ZPT kecambah kacang
hijau yang terdiri dari: P0: Tanpa perlakuan; P1: konsentrasi ZPT 125 ml/500ml air;
P2: konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air; P3: konsentrasi ZPT 375 ml/500ml air.
sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yaitu: B1P0: bagian pucuk+tanpa
perlakuan; B1P1: Bagian pucuk+ konsentrasi ZPT 125 ml/500ml air; B1P2: Bagian
pucuk+konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air; B1P3: Bagian pucuk+ konsentrasi ZPT
375 ml/500ml air; B2P0: bagian tengah+tanpa perlakuan; B2P1: Bagian
tengah+konsentrasi ZPT 125 ml/500ml air; B2P2: Bagian tengah+konsentrasi ZPT
250 ml/500ml air; B2P3: Bagian tengah+ konsentrasi ZPT 375 ml/500ml air; B3P0:
bagian bawah+tanpa perlakuan; B3P1: Bagian bawah+konsentrasi ZPT 125 ml/500ml
air; B3P2: Bagian bawah+konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air; B3P3: Bagian bawah+
konsentrasi ZPT 375 ml/500ml air, dengan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan
dianalisis menggunakan uji F, jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilakukan
uji BNJ taraf 5% untuk mengetahui perbedaan kombinasi perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata antara ZPT
alami kecambah kacang hijau dan bagian asal stek batang terhadap jumlah tunas,
tetapi pada faktor tunggal ZPT kecambah kacang hijau berpengaruh nyata terhadap
jumlah daun umur 14 HST dan 42 HST, sedangkan faktor tunggal bagian asal stek
batang berpengaruh nyata terhadap panjang tunas umur 28 HST, jumlah daun umur
21, 28, 35 dan 42 HST, bobot segar, bobot kering bibit tanaman sambung nyawa.
ZPT alami kecambah kacang hijau dan bagian asal stek batang berpengaruh nyata
terhadap waktu inisiasi tunas serta panjang akar bibit tanaman sambung nyawa.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penggunaan zat
pengatur tumbuh kecambah kacang hijau dengan dosis 125ml/500ml air serta
menggunakan bagian asal stek bawah sebagai bahan - Alternative Title
- S1-13 FP-AGT-23 MOHAMAD YUSUF ARDIANSYAH_191542119152453
Modified:
Jul 9, 2026, 9:51:12 AM
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI KAILAN (Brassica oeraceae L.) TERHADAP PEMBERIAN MIKROORGANISME RIM DAN PUPUK ORGANIK KANDANG AYAM-2022
- Title
-
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI KAILAN
(Brassica oeraceae L.) TERHADAP PEMBERIAN MIKROORGANISME
RIM DAN PUPUK ORGANIK KANDANG AYAM-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/1YclvPNkeiRkd5Ijdsolf3vQLdNes17If?usp=drive_link
- Creator
- GIACINTA MARESCOTY THONDORD
- Date
- 2022
- Description
-
1. Berdasarkan hasil penelitian analisa uji ragam menunjukan adanya
interaksi nyata antar faktor perlakuan K (pupuk organik kandang ayam)
dan faktor perlakuan R (mikroorganisme R1M) pada variabel pengamatan
tinggi tanaman umur 7 HST.
2. Tidak terdapat interaksi nyata antar faktor perlakuan K (pupuk organik
kandang ayam) dan faktor perlakuan R (mikroorganisme R1M) terhadap
variabel pengamatan tinggi tanaman pada umur 14 HST, 21 HST, 28 HST
dan pada variabel pengamatan jumlah daun, luas daun, berat basah
tanaman, berat kering tanaman serta panjang akar tanaman pada setiap
umur pengamatan. - Alternative Title
- S1-2 FP-AGT-22 GIACINTA MARESCOTY THONDORD_171542118150755
UJI KELAYAKAN KEMITRAAN TEMBAKAU VARIETAS White Burley DI KABUPATEN MALANG-2022
- Title
-
UJI KELAYAKAN KEMITRAAN TEMBAKAU
VARIETAS White Burley DI KABUPATEN MALANG-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/1eYJ1JXwe_il9bYqWkXc8T9mdZ4iAT3eN?usp=drive_link
- Creator
- CAHYAN JHON AFAN
- Date
- 2022
- Description
-
Berdasarkan hasil penelitian tentang UJI KELAYAKAN KEMITRAAN
TEMBAKAU VARIETAS WHITE BURLEY DI KABUPATEN MALANG
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ;
1. Adanya hasil yang berdampak secara nyata tentang perkembangan petani
tembakau mulai dari budidaya sampai dengan pascapanen dari sebelum
bermitra sampai sesudah bermitra;
2. Pada Analisa uji T terdapat penambahan luas lahan baku lahan tanaman
tembakau sebelum dan sesudah bermitra (dilihat dari nilai sig dibawah 0,05
yaitu 0,024), Luas lahan setelah bermitra lebih besar (0,5678 vs 0,3011).
3. Uji multikolinearitas sebelum dilakukan kemitraan, hal ini diketahui dari
nilai VIF. Karena nilai Vif versus VIF untuk masing-masing variabel
menunjukkan nilai kurang dari 10, maka dari penelitian ini dapat kita
simpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel. Namun,
variabel pengolahan tanah menurun dalam pengujian karena
multikolinearitas, bahkan ketika petani bermitra.
4. Pada Uji Heteroskedastisitas dari hasil scatterplot menunjukkan terlihat titik
– titik menyebar acak tanpa membentuk pola yang jelas. maka dapat
disimpilkan bahwa tidak terjadi hetoskedastisitas. Ini terjadi pada saat petani
belum bermitra maupun sesudah bermitra - Alternative Title
- S1-5 FP-AGT-22 CAHYAN JOHN AFAN_152542119249926
KAJIAN PERLAKUAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHUDAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY MERAH (Brassica rapa, L.)-2022
- Title
-
KAJIAN PERLAKUAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHUDAN
PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
HASIL PAKCOY MERAH (Brassica rapa, L.)-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/1I3vqMv7OCgW2fsgcL3178CMUWMWBujiP?usp=drive_link
- Creator
- FENANSIUS PERONG
- Date
- 2022
- Description
-
1) Berdasarkan hasil penelitian analisa uji ragam menunjukan tidak adanya
pengaruh interaksi pada perlakuan P (pupuk cair limbah tahu) dan faktor
perlakuan M (pupuk kandang kambing) pada variabel pengamatan panjang
tanaman umur, jumlah daun per tanaman, 14 HST, 21 HST, 28 HST.
2) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan tidak adanya pengaruh interaksi
nyata antar faktor perlakuan P (pupuk organik cair limbah tahu) dan faktor
perlakuan M (pupuk kandang kambing) terhadap, berat basah per tanaman,
berat kering per tanaman. - Alternative Title
- S1-6 FP-AGT-22 FENASIUS PERONG_182542118252070
RESPON PETANI TERHADAP TEKNIK BUDIDAYA PADI SISTEM JAJAR LEGOWO DI KELOMPOK TANI DUYO MAKMUR DESA SUKOREJO KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN-2022
- Title
-
RESPON PETANI TERHADAP TEKNIK BUDIDAYA PADI
SISTEM JAJAR LEGOWO DI KELOMPOK TANI DUYO
MAKMUR DESA SUKOREJO KECAMATAN POHJENTREK
KABUPATEN PASURUAN-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/19XA3x5f9yuuVkmSPga9RaNFg0xYcLTyV?usp=drive_link
- Creator
- MILLA YUNI HASTUTI
- Date
- 2022
- Description
-
5.1. Kesimpulan
Setelah melakukan analisis dan pembahasan pada penelitian ini maka
dapat disimpulkan bahwa :
1. Terdapat peningkatan pengetahuan petani sebanyak 15 (75%) responden
mengenai teknik budidaya padi sistem jajar legowo pada kelompok tani Duyo
Makmur Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek melalui penyuluhan dengan
nilai signifikansi (Sig.) adalah 0,001 < 0,05.
2. Terdapat respon yang sangat baik dari petani mengenai teknik budidaya padi
sistem jajar legowo pada kelompok tani Duyo Makmur Desa Sukorejo
Kecamatan Pohjentrek melalui penyuluhan dengan hasil persentase interval
nilai 66,67%-100% direspon oleh sebanyak 20 responden (mencakup
keseluruhan sampel penelitian). - Alternative Title
- S1-8 FP-AGT-22 MILLA YUNI HASTUTI_2015421192530
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Bawang Merah yang Diberi Berbagai Starter Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.),-2022
- Title
-
Pengaruh Pemberian Pupuk
Organik Cair Dari Limbah Kulit Bawang Merah yang Diberi Berbagai Starter
Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.),-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/1UIUXbzR0BNhw1SwvaI4mgft6ckPphPX0?usp=drive_link
- Creator
- WINDA MATONDANG
- Date
- 2022
- Description
-
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik
cair dari kulit bawang merah yang diberi berbagai starter terhadap pertumbuhan
bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan starter mana yang memberikan pengaruh
paling baik terhadap pertumbuhan tanaman bayam merah.
Metode yang digunakan adalah metode percobaan/eksperimen. Penelitian ini
dilakukan di Greenhouse dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas
Widyagama Malang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) satu faktor yaitu pemberian pupuk organik cair dari limbah kulit
bawang merah yang diberi berbagai starter. Jenis perlakuan terdiri dari : kontrol
(tanpa penambahan pupuk dan ZPT), air rendaman limbah kulit bawang merah 2L+
larutan gula + air leri 2,5% (P2, air rendaman imbah kulit bawang merah 2L+ larutan
gula + air leri 5% (P3), air rendaman limbah kulit bawang merah 2L + ragi tape
20g/L + larutan gula + air leri 2,5% (P4), air rendaman limbah kulit bawang merah
2L + ragi tape 20g/L + larutan gula + air leri 5% (P5), air rendaman limbah kulit
bawang merah 2L + EM4 50 mL + larutan gula + air leri 2,5% (P6), air rendaman
kulit bawang merah 2L + EM4 50 mL + larutan gula + air leri 5% (P7). Pada setiap
perlakuan terdapat diulang sebanyak 4 kali.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair dari limbah kulit
bawang merah yang diberi berbagai starter terhadap pertumbuhan tanaman bayam
merah (Amaranthus tricolor L.) berpengaruh pada semua parameter pengamatan
yaitu jumlah daun, warna daun, berat basah dan berat kering tanaman, kecuali
terhadap tinggi tanaman yaitu pada 35 HST, dan pemberian pupuk organik cair dari
kulit bawang merah yang diberi starter EM4 menunjukkan kecenderungan memiliki
pertumbuhan yang paling baik. - Alternative Title
- S1-9 FP-AGT-22 WINDA MATONDANG_181542118151963
APLIKASI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY MERAH (Brassica rapa, L.)-2022
- Title
-
APLIKASI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
HASIL TANAMAN PAKCOY MERAH
(Brassica rapa, L.)-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/1GncqOClghWZ-FLcANRBGihciLlhj4n30?usp=drive_link
- Creator
- DITHA INDRIANI
- Date
- 2022
- Description
-
5.1. Kesimpulan
1. Tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan pupuk kandang kambing dan
pupuk kascing terhadap panjang tanaman, luas daun, berat basah dan berat
kering
2. Pemberian pupuk kascing berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel
pengamatan
3. Pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap jumlah
daun pada hari ke 35 Hst - Alternative Title
- S1-10 FP-AGT-22 DIHTA INDRIANI_181542118151508
Pengaruh Konsentrasi pupuk Organik cair (POC) Rebung Bambu Terhadap Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) Secara Hidroponik.-2022
- Title
-
Pengaruh Konsentrasi pupuk Organik cair
(POC) Rebung Bambu Terhadap Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk)
Secara Hidroponik.-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/1mIqxqVfhMI5tlxrZAi8N2yBv-oBnM34X?usp=drive_link
- Creator
- DUTA PERWIRA
- Date
- 2022
- Description
-
Kangkung adalah jenis sayuran yang sangat populer di kalangan penduduk Indonesia,
karena selain harganya relatif murah juga memiliki kandungan gizi yang cukup baik.
Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma,
Indonesia, China Selatan, Australia, dan Afrika. Di China, sayuran ini dikenal dengan
nama weng cai. Di negara Eropa kangkung biasa disebut swamp cabbage, water
convovulus, atau water spinach (Listiawati, 2017). (Hardin, 2021) Hidroponik adalah
lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, sehingga hidroponik
merupakan aktivitas pertanian yang dijalankan dengan menggunakan air sebagai
medium untuk menggantikan tanah. Sehingga sistem bercocok tanam secara
hidroponik dapat memanfaatkan lahan yang sempit Pertanian dengan menggunakan
sistem hidroponik memang tidak memerlukan lahan yang luas dalam pelaksanaannya,
tetapi dalam bisnis pertanian hidroponik hanya layak dipertimbangkan mengingat
dapat dilakukan di pekarangan rumah, atap rumah maupun lahan lainnya. Pupuk cair
adalah larutan yang mengandung satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan
tanaman yang mudah larut. Kelebihan pupuk cair adalah pada kemampuannya untuk
memberikan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemberian pupuk cair juga
dapat dilakukan dengan lebih merata dan kepekatannya dapat diatur dengan mudah
sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pupuk organik cair dapat berasal baik dari sisa-sisa
tanaman maupun kotoran hewan, sedangkan pupuk organik padat adalah pupuk yang
sebagian besar atau keseluruhannya terisi atas bahan organik yang berasal dari sisa
tanaman atau kotoran hewan yang berbentuk padat. Pupuk Organik Cair (POC)
merupakan teknologi untuk menunjang perkembangan pertanian ramah lingkungan,
menekan penggunaan pupuk kimia dan menghasilkan bahan yang bebas bahan kimia
sehingga sehat dan bersih untuk dikonsumsi Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Mei sampai Juni 2022 di Green house Fakultas Pertanian Kampus 3 Universitas
Widyagama Malang, dengan ketinggian tempat 440-667 mdpl dan suhu rata-rata 18 -
31C. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksperimen. Dalam penelitian ini diuji coba apakah pupuk organik cair dari dari bahan
rebung efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung air. Rancangan
penelitian yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL). Cara menganalisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Anova
(Analysis of Variances) satu arah dengan pengukuran variabilitas antar kelompok.
Anova satu arah digunakan untuk menguji perbedaan diantara dua atau lebih kelompok
dimana hanya terdapat satu faktor yang dipertimbangkan. Penarikan kesimpulan
dilakukan dengan melihat nilai signifikansi. Pertumbuhan tanaman kangkung pada
penelitian ini diukur melalui 3 parameter yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun
(helai), dan diameter batang(mm). sedangkan hasil atau produksi diukur melalui
parameter bobot basah dan bobot kering (g). Pengamatan tinggi dan jumlah daun
tanaman dilakukan pada 1 MST, 2 MST, 3 MST dan 4 MST. Pengukuran bobot basah,
bobot kering dan diameter batang dilakukan pada 4 MST. Berdasarkan hasil penelitian,
dapat disimpulkan bahwa : Komposisi hara berbagai pupuk cair berpengaruh sangat
nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter
batang, kecuali pada tinggi tabanaman umur 1 MST. Komposisi hara berbagai pupuk
cair berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tanaman yaitu berat basah tanaman, dan
berat kering tanaman. Komposisi perlakuan hara pada 6 ml AB mix + air memberikan
hasil tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat
basah dan berta kering tanaman.Peningkatan konsentrasi Pemberian POC
meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung air, Konsentrasi terbaik dari
penggunaan POC ditunjukan dari perlakuan P4 200 ml POC + 300 ml air. - Alternative Title
- S1-11 FP-AGT-22 DUTA PERWIRA_181542118152004
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Biofertilizer (R1M) Terhadap Laju Pertumbuhan Padi (Oryza sativa L) Varietas Ciherang.-2022
- Title
-
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang
Kambing dan Biofertilizer (R1M) Terhadap Laju Pertumbuhan Padi (Oryza
sativa L) Varietas Ciherang.-2022 - https://drive.google.com/drive/folders/15Jirblp9HK7s64cIHHCX0iye69JyR3N-?usp=drive_link
- Creator
- M.ZHAINUL ABIDIN
- Date
- 2022
- Description
-
Padi (Oryza sativa L) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting
dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi
juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama,
yang biasa disebut sebagai padi liar.
Pupuk organik berperan sebagai granulator sehingga dapat memperbaiki
struktur tanah. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah dengan memanfaatan
bahan organik sebagai pupuk kompos untuk meminimalisir penggunaan pupuk
anorganik (Antonius, et al., 2013). Pupuk kandang kambing mempunyai sifat
memperbaiki aerasi tanah, dapat menyediakan zat hara bagi tanaman melalui proses
penguraian, yang terjadi secara bertahap dengan melepaskan bahan organik untuk
pertumbuhan tanaman. Pemberian biofertilizer RIM mempengaruhi proses
pengomposan dengan menginokulasi mikroorganisme yang efektif dalam
menghancurkan bahan organik (pada aktivator organik) dan meningkatkan kadar N
yang merupakan makanan tambahan bagi mikroorganisme tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas
Widyagama Malang pada bulan Maret sampai Juni 2022. Penelitian ini
menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9
kombinasi perlakuan, 3 ulangan. Perlakuan yang di uji ada 2 faktor yaitu faktor
pertama pupuk kandang kambing (K) memiliki 3 taraf K0 = Tanpa pupuk kandang
kambing, K1 = 500g/ember, K2 = 750g/ember. Faktor kedua R1M (R) memiliki
taraf R0 = tanpa R1M, R1 = 10cc/L air, R2 = 20cc/L air. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan pupuk kandang
kambing dan R1M terhadap panjang tanaman, jumlah anakan, dan jumlah anakan
produktif pada padi. Pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh nyata
terhadap panjang tanaman pada umur 15 HST.
Kata kunci : Padi, pupuk kandang kambing, R1M - Alternative Title
- S1-12 FP-AGT-22 M.ZHAINUL ABIDIN_181542118151499
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.)-2021
- Title
-
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG DAN
PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.)-2021 - https://drive.google.com/drive/folders/1mKC8uiw2y8-gItfwsgJxy7HzYjGrt7rQ?usp=drive_link
- Creator
- Nixson Daka Dapawole
- Date
- 2021
- Description
-
Nixson Daka Dapawole (NIM. 171542118150752). Pemberian Pupuk Organik
Cair Bonggol Pisang Dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil
Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.). Pembimbing: Ir. Elik Murni Ningtias
Ningsi,MP dan IR. Untung Sugiarti,MP.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
organik cair bonggol pisang dan pupuk anorganik Mutiara terhadap pertumbuhan
dan hasil tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.).
Metode yang digunakan adalah percobaan. Penelitian dilakukan Penelitian
ini dilakukan di Greenhouse FakultasPertanian Universitas Widyagama.
Rancangan percobaan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
yang disusun secara faktorial, factor perlakuan pupuk organik cair bonggol pisang
dan factor perlakuan pupuk anorganik. Dosis pupuk cair organik (POC) bonggol
pisang, terdiri 4 tarafyaitu: 0 ml, 500 ml, 250 ml dan 750 ml. Sedangkan dosis
pupuk anorganik/ pupuk NPK Mutiara juga terdiri dari empat taraf yaitu: 0 kg/ha,
200 kg/ha, 250 kg/ha, dan 300 kg/ha. Dengan demikian di peroleh 16 kombinasi
perlakuan dengan setiap kombinasi perlakuan di ulang sebanyak 4 kali.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organic cair bonggol
pisang tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy
(Brassica rapa L.). Pelakuan pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata pada
pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.). Tidak terdapat
interaksi antara perlakuan pupuk organik cair bonggol pisang dan pupuk
anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa
L.). Perlakuan P2A2 yaitu pupuk organic cair bonggol pisang 500 ml dan pupuk
anorganik 1,77 g menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy yang
terbaik. - Alternative Title
- S1-2 FP-AGT-21 NIXSON DAKA DAPA WOLE_171542118150752
RESPON TANAMAN SELEDRI (Apium gaveolens, L.) TERHADAP PENGURANGAN PUPUK ANORGANIK DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH TAHU CAIR-2020
- Title
-
RESPON TANAMAN SELEDRI (Apium gaveolens, L.)
TERHADAP PENGURANGAN PUPUK ANORGANIK
DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH TAHU CAIR-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/15rjP8Dkwuw28Sb08nAQAMt8FFtWLFaKv?usp=drive_link
- Creator
- RIMBA SAMUDRAJAYA
- Date
- 2020
- Description
-
A. Kesimpulan
1. Perolehan penelitian menyatakan, respon seledri pada pembatasan pupuk
anorganik NPK 50% serta disubsitusi dengan Limbah Tahu Cair 20% (P3 :
Limbah tahu cair 20% + NPK 0,44 g) memberi dampak nyata terhadap tinggi
tumbuhan, bobot basah tumbuhan, bobot kering, jumlah daun, serta jumlah
batang seledri tertinggi.
2. Perolehan penelitian menyatakan, respon seledri pada pembatasan Pupuk
Anorganik Dengan Pemanfaatan Limbah Tahu Cair memberikan pengaruh
nyata pada tinggi tumbuhan dengan rata-rata tinggi seledri pada umur 10-50
HSP yaitu P3 : 18.385 kemudian P4 : 17.02, P2 : 16.105, P1 : 15.01 dan P0 :
14.685.
3. Perolehan penelitian menyatakan, respon seledri pada pembatasan Pupuk
Anorganik Dengan Pemanfaatan Limbah Tahu Cair memberi dampak pada total
daun seledri dengan rata-rata total daun seledri umur 10-50 HSP yaitu : P3 :
12.85 kemudian P4 : 10.35, P2 : 9.4, P1 : 9.1, dan P0 7.9.
4. Perolehan penelitian menyatakan, respon seledri pada pembatasan Pupuk
Anorganik Dengan Pemanfaatan Limbah Tahu Cair memberi dampak pada
jumlah batang seledri dengan rata-rata jumlah batang seledri pada umur 10-50
HSP yaitu : P3 : 11.6, kemudian P4 : 9.55, P2 : 9.05, P1 : 7.9, dan P0 : 6.15. - Alternative Title
- S1-1 FP-AGT-20 RIMBA SAMUDRAJAYA_1825421181152057
Respon Baby Corn (Zea mays L) Terhadap Konsentrasi Pupuk Urin Kelinci Dan NPK.-2020
- Title
-
Respon Baby Corn (Zea mays L)
Terhadap Konsentrasi Pupuk Urin Kelinci Dan NPK.-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/1eCEK-Ce1RQQXRXEG-MImNXxs0Yq7Dohe?usp=drive_link
- Creator
- Indah Sumiati
- Date
- 2020
- Description
-
Baby corn merupakan sayuran yang dihasilkan dari jagung yang dipanen
pada usia muda atau belum menghasilkan biji. Peningkatan produksi baby corn
jagung manis (Zea mays L.) harus diimbangi dengan ketersediaan hara yang
cukup selama pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respons
pertumbuhan baby corn jagung manis (Zea mays L.). Terhadap pupuk urin kelinci
dan pupuk NPK dan kualita glukosa pada baby corn.
Penelitian dilaksanakan di Green house dan laboratorium Kampus III
Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang. Sedangkan bahan pupuk
urin kelinci didapat dari kabupaten. Banjarnegara-Sigaluh Jawa Tengah,
Pelaksanaan berlangsung selama 3 bulan terhitung dari Juni 2020 sampai dengan
Agustus 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan
Kelompok Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut : P0 : Tanpa pupuk (Kontrol), P1 : NPK 100 kg/ha + Urin
Kelinci 40 ml.1-1 1air , P2 : NPK 150 kg/ha + Urin Kelinci 35 ml.1-1 1air, P3 :
NPK 200 kg/ha + Urin Kelinci 30 ml.1-1 1air, P4 : NPK 250 kg/ha + Urin
Kelinci 25 ml.1-1 1air, P5 : NPK 300 kg/ha (tanpa urin kelinci). empat
ulangan.Sedangkan perbedaan perlakuan diuji dengan uji BNJ ( uji nyata jujur)
atau uji Tukey pada taraf uji 5%. Sedangkan parameter pengamatan sebagai
berikut : panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, umur bunga jantan dan betina,
jumlah tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, uji gula reduksi.
Hasil analisa menunjukkan bahwa respon baby corn (Zea mays L.)
terhadap konsentrasi pupuk cair urin kelinci dan NPK pada 6 perlakuan dan 4 kali
ulangan. Perlakuan pupuk cair urin kelinci dan NPK berpengaruh nyata terhadap
panjang tanaman, jumlah daun, luas daun terluas, umur bunga betina dan jantan,
dan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tongkol, diameter tongkol, berat
tongkol, gula reduksi. Perlakuan terbaik adalah NPK 250 kg/ha + Urin Kelinci 25
ml.1-1 1air.
Kata Kunci : baby corn, pupuk urin kelinci, NPK - Alternative Title
- S1-2 FP-AGT-20 INDAH SUMIATI_1825421181152058
Pemanfaatan Teknologi Rim (Refresh Microorganism) Dan Limbah Ampas Tahu Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea, L.) .-2020
- Title
-
Pemanfaatan Teknologi Rim
(Refresh Microorganism) Dan Limbah Ampas Tahu Untuk Meningkatkan
Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea, L.) .-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/1lk-5x8pkri-dBrLW1Zb0pIQYCcFpl0OM?usp=drive_link
- Creator
- Amilus Shalihah
- Date
- 2020
- Description
-
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari makhluk hidup seperti
kotoran hewan, kotoran manusia, dan sisa-sisa tanaman yang kemudian mengalami
pelapukan. Ampas tahu merupakan jenis limbah yang mudah didapatkan serta
jarang untuk dimanfaatkan sehingga dapat merusak keadaan lingkungan. Ampas
tahu dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan pupuk organik karena
kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Salah satu cara dalam mempercepat proses
dekomposisi ampas tahu menjadi pupuk yaitu pemakaian biaktivator. Salah satu
inovasi baru dalam bidang pertanian pada sebuah bioaktivator adalah Teknologi
RIM (Refresh Microorganism). Teknologi RIM (Refresh Microorganism)
merupakan inovasi baru dalam teknologi bioaktivator, Teknologi RIM (Refresh
Microorganism) terdiri dari sekumpulan mikroba menguntungkan yang telah
diseleksi secara alami dan berasal dari mikroba alam Indonesia yang memiliki
banyak manfaat untuk pertanian. Indikator pada penelitian ini adalah tanaman sawi
sebagai tolak ukur pertumbuhan tanaman setelah diberikan pupuk organik ampas
tahu dan bioaktivator teknologi RIM (Refresh Microorganism).
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui
dosis terbaik pengaplikasian pupuk organik ampas tahu dan RIM terhadap hasil dari
pertumbuhan tanaman sawi. Rancangan percobaan pada penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Data
hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (analisis of variance) untuk
mengetahui perbandingan rata-rata faktor perlakuan. Sedangkan perlakuan yang
menunjukan hasil beda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) atau
uji Tukey pada taraf uji 5%. Variabel pengamatan tanaman sawi adalah : Panjang
tanaman, Jumlah daun, Luas daun, Berat basah,Berat kering, dan Panjang akar.
Hasil analisa menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata pada pemberian
pupuk organik ampas tahu dan bioaktivator teknologi RIM (Refresh
Microorganism) terhadap variabel pengamatan panjang tanaman, luas daun
tanaman sawi umur 4 mst, berat basah tanaman sawi, dan berat kering tanaman
sawi. Pada variabel pengamatan jumlah daun tanaman sawi dan luas daun tanaman
sawi umur 2 mst menunjukan bahwa ada pengaruh sangat nyata terhadap pemberian
pupuk ampas tahu dan larutan RIM (Refresh Microorganism). Pengaruh pemberian
pupuk ampas tahu dan bioaktivator teknologi RIM (Refresh Microorganism)
terbaik pada semua variabel pengamatan yaitu pada perlakuan A2B2 (Pupuk
Ampas Tahu 200 gr dan RIM 20 ml/liter air).
Kata kunci : Pupuk, Organik, Bioaktivator, RIM, Sawi. - Alternative Title
- S1-3 FP-AGT-20 AMILUS SHALILAH_161542118150157
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Berdasarkan Hasil Interpretasi Visual Citra Satelit (Studi Kasus: Kecamatan Karangploso).-2020
- Title
-
Analisis Perubahan Penggunaan
Lahan Berdasarkan Hasil Interpretasi Visual Citra Satelit (Studi Kasus:
Kecamatan Karangploso).-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/1TQaGqOkgAL6zfA2Q_q6XcvtsK4mRXCeN?usp=drive_link
- Creator
- Nevi Anggraeni Priyono.
- Date
- 2020
- Description
-
Perkembangan jaman berdampak pada perubahan penggunaan lahan yang ada di
Kecamatan Karangploso, hal ini terjadi karena perkembangan jumlah penduduk yang begitu
pesat. Sehingga kebutuhan manusia akan tempat tinggal, dan tempat berusaha akan
meningkat. Pesatnya jumlah populasi penduduk ini akan mengakibatkan tingginya perubahan
penggunaan lahan. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar
perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Karangploso pada rentang waktu 2008-2018.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis citra satelit, yaitu
menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2008 dan 2018 dengan membandingkan
klasifikasi penggunaan lahan.
Hasil menunjukan selama sepuluh tahun terakhir, terjadi perubahan penggunaan lahan
yang mengalami penambahan luasan paling besar terutama yang berada di desa Donowarih
yaitu sebesar 21.17% pada periode 2008-2011 lahan yang semula seluas 136.85 ha berubah
menjadi 1036.90 ha. Dan pada periode 2011-2018 lahan yang mengalami penurunan luasan
paling besar adalah lahan sawah berpengairan diusahakan yaitu sebesar 22.26% yang semula
dengan luas 1036.90 ha berubah menjadi 80.0 ha.
Penelitian ini nantinya diharapkan bisa digunakan untuk penataan wilayah di
Kecamatan Karangploso. Sehingga pihak-pihak yang berwenang dalam perencanaan
penataan wilayah dan pihak yang membuat kebijakan bisa memberi keputusan yang tepat
untuk membangun wilayah tersebut agar bisa tertata dengan baik dan bisa berkembang secara
berkelanjutan.
Kata kunci: Penggunaan lahan, Penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis,
Karangploso - Alternative Title
- S1-4 FP-AGT-20 HEVI ANGGRAENI PRIYONO_181542118251762
EKSTRAK DAUN BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilis jalapa L.) DAN LAMA PENCELUPAN SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.)-2020
- Title
-
EKSTRAK DAUN BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilis jalapa L.) DAN LAMA
PENCELUPAN SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK
MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.)-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/1jv3aZ8SRcSrukRf0rgRi2cKS_LU38faP?usp=drive_link
- Creator
- Insanul Kamaliyah
- Date
- 2020
- Description
-
Ulat grayak atau Spodoptera litura F. merupakan salah satu hama yang
menghambat produksi secara kualitas maupun kuantitas dalam budidaya tanaman. Ulat
grayak merupakan hama penting pada daun dikarenakan memiliki kisaran inang yang
luas. Pengendalian yang ramah lingkungan diperlukan dalam mengendalikan hama ulat
grayak. Mengganti penggunaan pestisida kimia ke pestisida nabati merupakan salah satu
alternatif pengendalian hama ulat grayak. Salah satu bagian tanaman atau tumbuhan yang
dapat dipakai untuk insektisida nabati ialah daun, buah, dan biji. Salah satu bahan
tanaman yang bisa dipakai untuk pestisida nabati ialah daun bunga pukul empat.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2019 di
Laboratorium Biologi dan Kimia Fakultas Pertanian. Rancangan yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu, konsentrasi
ekstrak daun bunga pukul empat, dengan 5 taraf ( 0%, 25%, 50%, 75%, 100%) dan lama
pencelupan daun pakan ulat grayak yang terdiri dari 3 taraf (0 detik, 5 detk dan 10 detik)
yang diulang sebanyak 3 ulangan. Pengamatan yang dilakukan meliputi, pengujian
kandungan fitokimia yang dianalisis kualitatif, pengamatan Stop feeding, pengamatan
mortalitas dan pengamatan pembentukan instar selanjutnya. Data hasil pengamatan
dianalisa menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Sedangkan
perbedaan perlakuan diuji dengan menggunakan uji DMRT pada taraf uji 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bunga pukul empat positif
mengandung senyawa metabolit sekunder Alkaloid, Flavonoid, Tanin, Saponin dan
Terpenoid. Hasil aktifitas stop feeding terdapat interaksi yang sangat nyata pada
kombinasi antara perlakuan ekstrak daun bunga pukul empat dan lama pencelupan pada
vi
pengamatan 8 jam setelah inokulasi (JSI) dengan pengaruh terbesar terdapat pada
perlakuan K4L0 (Konsentrasi ekstrak 100%) dengan lama pencelupan 0 detik). - Alternative Title
- S1-7 FP-AGT-20 INSANUL KAMALIYAH_161542118250031
PENGARUH WAKTU POLINASI TERHADAP PRODUKSI BENIH TANAMAN LABU KUNING (Cucurbita pepo, L.) VARIETAS LA003-2020
- Title
-
PENGARUH WAKTU POLINASI TERHADAP PRODUKSI BENIH
TANAMAN LABU KUNING (Cucurbita pepo, L.) VARIETAS LA003-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/19DaNOsVKDqzxwfJXXmH3Lz9iaIMEy2gK?usp=drive_link
- Creator
- ZAINAL ABIDIN
- Date
- 2020
- Description
-
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan pada bab IV dapat disimpulkan
bahwa:
1. Waktu polinasi berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan ukuran buah, berat
buah, jumlah benih, ukuran benih, dan daya berkecambah benih.
2. Waktu polinasi pukul 07.00 mendapatkan hasil paling tinggi pada beberapa variable
pegamatan diantaranya adalah volume buah, berat buah, ukuran benih, dan daya
berkecambah. - Alternative Title
- S1-8 FP-AGT-20 ZAINAL ABIDIN_132933910690
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MIKROORGANISME R1M PADA TANAMAN JERUK KEPROK BATU 55 “Citrus reticulate blanco”-2020
- Title
-
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
MIKROORGANISME R1M PADA TANAMAN
JERUK KEPROK BATU 55 “Citrus reticulate blanco”-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/1xgMI6eH2AR-TKD_mawcqVaViYrLBWQ7u?usp=drive_link
- Creator
- FRANSISCA ANGGUN PURNAMASARI
- Date
- 2020
- Description
-
Citrus reticulate blanco merupakan sumber vitamin C yang baik dan komoditas
buah unggulan nasional karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Tindakan budidaya
tanaman jeruk yang sangat penting adalah pemupukan tanaman yang disesuaikan dengan
kebutuhan dan umur tanaman. penelitian ini mengkombinasikan antara pupuk kandang
kambing dan penambahan bioaktivator R1M sebagai dekomposer. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan, P0 (kontrol) , P1
(pukam 6,7 kg/pohon), P2 (pukam 6,7 kg/pohon + R1M 14 ml/l air), P3 (pukam 6,7
kg/pohon + R1M 42 ml/l air), P4 (pukam 6,7 kg/pohon + R1M 70 ml/l air). Pertumbuhan
tanaman jeruk dengan jumlah helai daun dan panjang cabang sekunder pada umur 197
HST. Perpaduan pupuk kandang kambing dengan RIM berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan jumlah daun tanaman jeruk. Perlakuan P4 dengan penambahan pupuk
kandang kambing dan mikroorganisme R1M dosis 6,7 kg per pohon dan 70 ml/l air,
menghasilkan jumlah daun terbanyak dengan pertumbuhan sebanyak 61.73 helai daun
dan perlakuan P0, perlakuan tanpa penambahan pupuk kandang dan R1M atau pada
perlakuan kontrol dan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan jumlah
helai daun tanaman jeruk.Perpaduan pupuk kandang kambing denga R1M tidak
berpengaruh dalam pembentukan jumlah cabang dari umur 148 – 197 HST.
Kata Kunci: bioaktivator, budidaya, Citrus reticulate blanco. - Alternative Title
- S1-9 FP-AGT-20 FRANSISCA ANGGUN PURNAMASARI_153133800725
Uji Potensi Ekstrak Daun Sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Sebagai Antibakteri Busuk Lunak Wortel (Daucus carota).-2020
- Title
-
Uji Potensi Ekstrak Daun Sintrong
(Crassocephalum crepidioides) dan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.)
Sebagai Antibakteri Busuk Lunak Wortel (Daucus carota).-2020 - https://drive.google.com/drive/folders/1oLi32ApcGlk67-PexXf2UCKrzK5u7-hR?usp=drive_link
- Creator
- Rina Mei Fatul Jannah.
- Date
- 2020
- Description
-
Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman hortikultura yang mudah
rusak dan busuk sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Terdapat berbagai
penyebab salah satunya yaitu infeksi penyakit pasca panen oleh bakteri Erwinia
carotovora yang terbawa dari dalam tanah. Bakteri tersebut mengakibatkan
kerugian hingga 90% pada masa pemanenan maupun pascapanen. Untuk menekan
kerugian tersebut diperlukan pengendalian yang tepat sehingga kerugian akibat
penyakit busuk lunak umbi wortel dapat berkurang. Pengendalian secara hayati
telah banyak diteliti, sedangkan pengendalian secara nabati sangat jarang diadakan
penelitiannya. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai Uji Potensi Ekstrak
Metabolit Sekunder Daun Sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan Daun
Bandotan (Ageratum conyzoides L) sebagai Antibakteri Erwinia carotovora pada
Busuk Lunak Wortel (Daucus carota L.).
Penelitian ini dilaksanakan dalam rentang waktu bulan Juni sampai
September 2020 di laboratorium Biologi Fakultas Pertanian Lantai I Universitas
Widyagama Malang dan Balitkabi, Malang. Model rancangan penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu
perlakuan ekstrak dan kepekatan dengan 3 kali ulangan. Pengamatan yang
dilakukan yaitu uji kandungan fitokimia falvonoid dan fenolik kedua ekstrak daun
yang dianalisis secara kualitatif, presentase gejala awal; tengah; dan lanjut
dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan Uji Tukey 5% dan uji dunnet.
Sedangkan data rata – rata diameter dianalisis menggunakan grafik serta analisa
ragam. - Alternative Title
- S1-10 FP-AGT-20 RINA MEI FATUL JANNAH_161542118149974