Prodi Teknik Industri
ANALISIS PERAWATAN MESIN MIXER PAKAN TERNAK DENGAN METODE OVERALL RESOURCE EFFECTIVENESS (ORE) (Studi Kasus: Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Unit Sarana Produksi Pakan Ternak – SAPRONAK) (2025)
- Title
- ANALISIS PERAWATAN MESIN MIXER PAKAN TERNAK DENGAN METODE OVERALL RESOURCE EFFECTIVENESS (ORE) (Studi Kasus: Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Unit Sarana Produksi Pakan Ternak – SAPRONAK) (2025)
- https://drive.google.com/drive/folders/19ZT9NGTuc6prlA0l6Aae5VJ-R4NmQ1WK
- Creator
- Albertus Niko Kristian Hartanto
- Date
- 2025
- Description
-
Pada Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK),
terdapat mesin Mixer yang merupakan pengaduk produk pakan ternak. Mesin ini mengalami
downtime berulang akibat patahnya komponen utama paddle mixer, yang berperan penting dalam
proses pencampuran bahan baku agar homogen, terutama pada bulan Januari, Maret, Juni,
Agustus, Oktober, dan November 2022 serta Januari 2023. Untuk mengantisipasi terjadinya
downtime berulang, maka perlu dilakukan perhitungan efektifitas produksi dan identifikasi
penyebab terjadinya kerusakan mesin. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan efektivitas
produksi dengan menggunakan metode ORE sedangkan identifikasi masalah kerusakan mesin
dilakukan dengan menggunakan fishbone diagram. Pengumpulan data primer dilakukan dengan
observasi langsung dan wawancara dengan teknisi. Sedangkan pengumpulan data sekunder
dilakukan dengan mengumpulkan data historis kerusakan dan produksi (Januari 2022–Januari
2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ORE mampu mengidentifikasi berbagai
faktor yang mempengaruhi efektivitas mesin, termasuk waktu henti, cacat produksi, dan efisiensi
operasional. Berdasarkan hasil pengukuran ORE, diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,39%, yang
masuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan perlunya analisis lebih lanjut untuk
meningkatkan kinerja mesin. Sedangkan berdasarkan fishbone diagram, teridentifikasi masalah
pada machine: kurangnya wawasan dalam pembelian mesin custom tanpa trial and error,
perhitungan jarak dan beban paddle mixeryang kurang matang dan kualitas perbaikan vendor yang
diragukan; man operator kurang terampil akibat pelatihan singkat dan perbaikan paddle mixer
bergantung pada vendor karena keterbatasan skill dan peralatan teknisi internal; material: bahan
paddle mixertidak diuji dan tidak mempertimbangkan karakteristik bahan baku dan pembersihan
yang kurang optimal menyebabkan material melekat dan korosi; metode: tidak adanya audit saat
pengerjaan di vendor, instruksi pemakaian mesin, serta jadwal pembersihan yang kurang efektif;
environment: suhu area produksi tidak stabil dan lingkungan yang berdebu. - Alternative Title
- S1-1 FT-TI-25 ALBERTUS NIKO KRISTIAN HARTONO_191262018152167
KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN PADA CENTRAL PROCESSING PLATFORM PT. X DENGAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) (2024)
- Title
- KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN PADA CENTRAL PROCESSING PLATFORM PT. X DENGAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) (2024)
- https://drive.google.com/drive/folders/1CvwOb3Wv0YXijB3ZItkVLLuqRGVAZlBi
- Creator
- Andrees Wahyu Dinata
- Date
- 2024
- Description
-
PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas
bumi offshore. Pada PT. X, fungsi utama offshore platform berupa kegiatan
pemisahan fluida dilakukan di Central Processing Platform (CPP). Adapun
kegiatan migas offshore juga membutuhkan banyak energi yang mengarah pada
besarnya produksi emisi yang dibuang ke atmosfer. Penelitian ini dilakukan untuk
mengidentifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan proses produksi migas pada
CPP PT. X, Hal ini dilakukan untuk menentukan prioritas penanganan dampak, dan
merekomendasikan alternatif perbaikan sesuai prioritas yang ditentukan.
Analisis dilakukan dengan metode Life Cycle Assessment (LCA) menggunakan
software SimaPro untuk unit fungsional yang digunakan adalah unit per ton produk.
Indikator emisi udara yang dianalisis meliputi CO2, CH4, N2O, SOx, NOx,
PM, dan nmVOC. Metode penilaian dampak yang digunakan adalah metode
ReCiPe 2016 dan CML IA-Baseline dengan pendekatan midpoint, mencakup
kategori dampak Global Warming, Ozone Layer Depletion, Acidification,
Eutrophication, Potential Photochemical Oxidation, Potential Abiotic Depletion
(fossil dan non fossil), Carcinogenic, Toxicity, Water Footprint, dan Land Use
Change.
Hasil penelitian ini menunjukkan global warming sebagai dampak lingkungan
terbesar dengan nilai 54,285 kg CO2 eq per ton produk (metode ReCiPe 2016) dan
52,063 kg CO2 eq per ton produk (metode CML IA-Baseline); serta gas compressor
sebagai hotspot proses. Alternatif perbaikan yang direkomendasikan adalah
penambahan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) atau CO2-
Enhanced Oil Recovery (CO2-EOR) yang dapat memberikan nilai tambah terhadap
jumlah produksi migas dan meningkatkan keuntungan PT.X. - Alternative Title
- Andrees Wahyu Dinata_181262019151384_S1 2 FT/TI/24
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HAZARD AND OPERABILITY (HAZOP) DAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) (Studi Kasus di UD. Herman Putra Jaya Pandan Landung Kota Malang) (2024)
- Title
- ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HAZARD AND OPERABILITY (HAZOP) DAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) (Studi Kasus di UD. Herman Putra Jaya Pandan Landung Kota Malang) (2024)
- https://drive.google.com/drive/folders/1v2FPv0vx5JtFlMKtlRCKFoCsGDcMHDp-
- Creator
- FRANSISKUS GERODA OLA
- Date
- 2024
- Description
-
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terjadi jika
perusahaan tidak menerapkan dan memahami prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) di stasiun kerja. Metode yang digunakan dala
m penelitian ini adalah Hazard And Operability Study (HAZOP) dan Hazard Identification
Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan
menganalisis risiko di area kerja. Metode pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan
tahap pedahuluan, tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data, tahap analisis data dan
tahap kesimpulan. Hasil penelitian tahap identifikasi risiko ditemukan sebanyak 14 temuan
hazard dan dengan 27potensi risiko sedangkan penilaian risiko dengan metode Hazop pada
tingkat rendah diperoleh persentase sebesar 33,33%, pada tingkat sedang dengan
persentase sebesar 44,44% dan pada tingkat tinggi dengan persentase sebesar 18,51%.
Sedangkan penilaian risiko dengan metode Hirarc dalam penelitian ini ditemukan bahwa
level atau tingkat rendah dengan nilai risiko sebanyak 6 dan persentase sebesar 22,22%,
pada level atau tingkat sedang dengan nilai risiko sebanyak 13 dan persentase sebesar
48,15% dan pada tingkat atau level tinggi dengan nilai risiko sebanyak 7 dan nilai
persentase sebesar 25,93%. Rekomendasi perbaikan dalam penelitian ini terdiri dari APD,
pengendalian manajemen dan pengendalian teknis. - Alternative Title
- Fransiskus Geroda Ola_181262018151696_S1 3 FT/TI/24
ANALISIS SISTEM PERANCANGAN INFORMASI PADA ANTRIAN PENGAMBILAN OBAT DI PUSKESMAS (Studi Kasus: Puskesmas ABC di Kawasan Kabupaten Pasuruan) (2024)
- Title
-
ANALISIS SISTEM PERANCANGAN INFORMASI PADA ANTRIAN
PENGAMBILAN OBAT DI PUSKESMAS (Studi Kasus: Puskesmas ABC di Kawasan Kabupaten Pasuruan) (2024) - https://drive.google.com/drive/folders/1lvObjiM0zoNO-S4X-goY8nu3GD8kV8My
- Creator
- Nur Fatikhah
- Date
- 2024
- Description
-
Puskesmas ABC adalah salah satu unit pelayanan kesehatan yang terletak di
Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil observasi secara langsung di lapangan,
Diketahui bahwa permasalahan utama adalah keluhan pelanggan di dalam pelayanan
obat yang lama. Selain itu kurang efektifnya pelayanan yang menyebabkan terjadinya
penumpukan pada ruang tunggu. Momen itulah yang menyebabkan antrian menjadi
membludak dan ruang tunggu yang kecil dengan kusi yang terbatas juga
menyebabkan masyarakat harus antri di luar dan hal tersebut sangat tidak nyaman
karena harus berdesakan menunggu pelayanan dengan pelanggan yang lain terutama
pada saat siang hari. Penelitian ini mencari alternatif pemecahan masalah di lingkup
sistem informasi pada antrian obat di Puskesmas ABC, dengan membuat usulan
ANALISIS SISTEM PERANCANGAN INFORMASI PADA ANTRIAN PENGAMBILAN
OBAT DI PUSKESMAS ABC. Dalam output pemodelan simulasi antrian layanan
pengambilan obat di Puskesmas ABC yang dirancang dengan software simulasi
ARENA bisa ditarik kesimpulan jika rata-rata waktu menunggu pada layanan
pengambilan obat racik adalah 25 menit dan rata-rata waktu tunggu pada layanan
pengambilan obat non racik adalah 15 menit, dan tingkat kesibukan pelayanan obat
racik adalah 90% dan 70% untuk pelayanan obat non racik. Guna memperbaiki waktu
tunggu pasien, alhasil dirancanglah scenario perbaikan dengan menambah 2 anggota
apoteker agar dapat menjadi 4 apoteker supaya bisa melakukan pelayanan pada pasien
saat pengambilan obat di puskesmas ABC, setelah membuat model simulasi usulan
perbaikan maka didapatkan hasil simulasi berupa rata-rata waktu tunggu pada proses
pengambilan obat racik dan non racik adalah 3 menit atau tidak ada pasien yang
mengantri lebih lama serta rata-rata waktu tunggu adalah 6 menit sedangkan rata-rata
waktu layanan yang dikerjakan oleh seluruh pegawai apotek dalam melakukan layanan
pengambilan obat adalah 20 menit dengan peningkatan kesibukan pada layanan obat
racik adalah 90% dan pada pelayanan obat non racik adalah 70%. Hasil dari perbaikan
pada sistem antrian tersebut akhirnya bisa dikatakan maksimal setelah dilakukan
perancangan untuk scenario perbaiki. - Alternative Title
- Nur Fatikhah_201262018252823_S1 1 FT/TI/24
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PLAT STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Studi Kasus PT. Bromo Steel Indonesia) (2023)
- Title
- PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PLAT STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Studi Kasus PT. Bromo Steel Indonesia) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1Ei4LzFkeDGp6W-HPLYWOi6Wx-kvCeGaS
- Creator
- Achmad Suwayifi Amin
- Date
- 2023
- Description
-
Persediaan bahan baku selalu dibutuhkan dalam setiap perusahaan guna untuk kelancaran
proses produksi, baik persediaan kecil maupun perusahaan besar. Dengan kebijakan pengadaan
persediaan bahan baku diharapkan proses produksi berjalan dengan lancar dan optimal yang
sesuai dengan rencana perusahaan. Tujuan peelitian ini adalah untuk mengoptimalkan
penumpukan persediaan bahan baku dan meminimumkan biaya persediaan bahan baku dan
memberikan usulan perbaikan pemesanan untuk menghindari teradinya kekurangan dan
kelebihan bahan baku guna untuk menjaga kestabilan proses produksi yang ada pada
perusahaan. Teknik pengumpulan data di dapat dengan cara wawancara, observasi dan data
historis dari perusahaan. Metode pendekatan yang dilakukan adalah menggunakan metode
Econocomic Order Quantity (EOQ). Teknik analisis yang dilakukan adalah (1) menghitung
biaya pemesanan, (2) menghitung biaya penyimpanan, (3) menentukan frekuesni pemesanan
bahan baku, (4) menentukan kuantitas pemesanan bahan baku, (5) safety stock, (6) reorder
point, (7) perbandingan hasil perhitungan aktual perusahaan dengan metode Economic Order
Quantity (EOQ). Hasil analisis pengendalian persediaan bahan baku plat stainless steel di PT.
Bromo Steel Indonesia didapat kesimpulan yaitu, dengan perhitungan aktual perusahaan
didapatkan untuk rata-rata pemesanan sebesar 614,17 Kg dengan biaya sebesar Rp. 50.400.000
dengan total pemesanan sebanyak 12 kali dalam periode 6 bulan, dan untuk biaya persediaan
didapat sebesar Rp. 82.536.780 dalam periode tersebut. Sedangkan hasil dari metode Economic
Order Quantity didapat frekuensi pemesanan sebanyak 3 kali dalam periode 6 bulan dengan
total pemesanan bahan baku sebesar 2.645 Kg, dengan biaya sebesar Rp. 12.600.000, dan untuk
biaya persediaan sebesar Rp. 26.672.240, dengan safety stock sebesar 317 Kg, dengan reorder
point 408 Kg. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka diharapkan dari solusi yang telah
diusulkan dapat menjadi pertimbangan dari pihak perusahaan untuk mengurangi kurang
optimalnya terkait proses pemesanan dan pengendalian persediaan bahan baku plat satinless
steel di perusahaan. - Alternative Title
- Achmad Suwayifi Amin_191262019252440_S1 4 FT/TI/23
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP TERJADINYA KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Studi Kasus di Bengkel ABC – Malang) (2023)
- Title
-
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP TERJADINYA KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT
ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Studi Kasus di Bengkel ABC – Malang) (2023) - https://drive.google.com/drive/folders/1idXG1g9VY0BlRbudG-LEZ8b099M1TzLV
- Creator
- Ari Setiyono
- Date
- 2023
- Description
-
Bengkel ABC – Malang merupakan bengkel spesialis salah satu mobil merk
Amerika yang berdiri sejak tahun 2016. Kondisi bengkel yang ramai namun dengan
perhatian terhadap K3 yang kurang menyebabkan hampir setiap hari terjadi
kecelakaan kerja. Untuk itu diperlukan identifikasi bahaya serta penilaian risiko.
Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu prosedur untuk
mengidentifikasi kegagalan/kecelakaan kerja berdasarkan penyebab potensial. FMEA
berfungsi untuk menentukan nilai dan rangking Risk Priority Number (RPN) yang
selanjutnya akan diidentifikasi lebih lanjut untuk mencari akar permasalahan
menggunakan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil identifikasi menggunakan FMEA
menunjukkan bahwa “Tangan tergores permukaan blok mesin yang tajam” memiliki
nilai/rangking RPN tertinggi sebesar 78,46 dengan persentase sebesar 22%.
Sedangkan hasil identifikasi sumber bahaya dengan menggunakan FTA didapatkan
14 kombinasi basic event. Dalam penelitian ini juga menggunakan Job Safety
Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap langkah pekerjaan
yang hampir dilakukan setiap hari di bengkel ABC. Dari hasil identifikasi ketiga
metode tersebut kemudian dapat ditentukan usulan perbaikan untuk meminimalisir
terjadinya kecelakaan kerja sesuai dengan potential cause dengan RPN tertinggi. - Alternative Title
- Ari Setiyono_171262019150868_S1 1 FT/TI/23
ANALISIS MESIN MIXER PAKAN TERNAK DENGAN METODE OEE, SIX BIG LOSSES, FMEA DAN LTA (Studi Kasus pada Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Unit Sarana Produksi Pakan Ternak - SAPRONAK) (2023)
- Title
- ANALISIS MESIN MIXER PAKAN TERNAK DENGAN METODE OEE, SIX BIG LOSSES, FMEA DAN LTA (Studi Kasus pada Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Unit Sarana Produksi Pakan Ternak - SAPRONAK) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1eRTEb_1wEz7VKuPIP7nqGRIqlAIrTaFQ
- Creator
- Yudha Alvianto
- Date
- 2023
- Description
-
Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada unit Sarana Produksi Pakan Ternak
(SAPRONAK) adalah sebuah perusahaan dibidang manufaktur yang
memproduksipakan ternak sapi perah dan sapi potong. Mesin produksi yang
digunakan yaitu mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer dengan
kapastias 2.000 kg perbatch. Dari hasil analisis fishbone diagram, faktor yang
dominan yang menyebabkan paddle mixer patah disebabkan oleh faktor mesin.
Berdasarkan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness mesin horizontal
mixer tipe pengaduk paddle mixer di Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada
unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK) yaitu sebesar 72.39% dengan
availability rate sebesar 96.40%, performance rate sebesar 74.90% dan quality
rate sebesar 99.98%. Hasil perhitungan nilai Six Big Losses masing-masing yaitu
Reduced Speed Lossessebesar 23.90%, Idling and Minor Stoppages 5.27%,
Breakdown Losses sebesar 3.30%, Setup and Adjustment sebesar 0.28%, Reject
Losses sebesar 0.01%. Dari nilai ini dapat dilihat bahwa faktor Reduced Speed
Losses dan Idling and Minor Stoppages Losses merupakan faktor losses dengan
nilai tertinggi. Untuk mengidentifikasi failure mode menggunakan metode Failure
Mode and Effect Analysis (FMEA). Dari hasil analisis FMEA diperoleh 4 failure
mode yang terdiri dari patah pada paddle mixer, tombol panel listrik rusak dan
kabel panel putus, rotor coil terbakar, motor housing pecah, roller bearing rusak
dan kipas/fan rotor rusak, rumah gear box pecah, bearing macet, oli habis dan
roda gigi aus. Untuk mengidentifikasi akibat yang muncul dari mode kegagalan
dan merumuskan strategi pemeliharaan pencegahan yang berhasil untuk setiap
perangkat mesin berdasarkan klasifikasi LTA. Kategori mode kegagalan A
dijalankan dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) mesin, kategori
B melibatkan inspeksi mesin dan mempersiapankan bagian pengganti, sementara
kategori C menerapankan pemasangan yang tepat, pelumasan, dan proses
pembersihan secara rutin. - Alternative Title
- Yudha Alvianto_191262019152309_S1 3 FT/TI/23
PENERAPAN ANTROPOMETRI PADA REDESAIN MEJA KERJA Studi Kasus: UKM Lestari Jaya Kabupaten Tulungagung (2022)
- Title
- PENERAPAN ANTROPOMETRI PADA REDESAIN MEJA KERJA Studi Kasus: UKM Lestari Jaya Kabupaten Tulungagung (2022)
- https://drive.google.com/drive/folders/109VEqgeyEsQD7Fg-1T0-KimnLnJuQ-RV
- Creator
- Chiquitita Tiara Nisa
- Date
- 2022
- Description
-
UKM Lestari Jaya merupakan UKM yang menghasilkan samiler terbuat dari
olahan singkong. Proses produksi dalam pembuatan samiler seperti pengupasan,
pencetakan, dan pengemasan. Pada proses pencetakan, posisi kerja berdiri dengan
meja kerja tidak ergonomi karena ukurannya yang besar serta postur tubuh
membungkuk dan rak loyang yang tinggi membuat pekerja kesulitan menaruh rak
loyang pada posisi rak paling atas/tinggi. Redesain meja kerja diperlukan untuk
membuat meja kerja yang ergonomi serta dapat memenuhi sesuai kebutuhan
pekerja. Penerapan metode antropometri dapat menentukan ukuran sesuai dengan
dimensi tubuh. Sedangkan ergonomi partisipatori yang melibatkan pemilik UKM
Lestari Jaya dan perwakilan pekerja melalui Focus Group Discussion(FGD) dapat
diketahui permasalahan dan usulan perbaikan pada desain meja kerja sehingga
dapat memenuhi kebutuhan pekerja. Hasil perbaikan berupa bahan terbuat dari
stainless steel, penambahan pembatas rak loyang yang bersiku dan roda dengan
rem pada setiap kaki meja kerja. Ukuran meja kerja adalah hasil perhitungan
antropometri yaitu panjang sebesar 79,05cm, lebar sebesar 46,01cm dan tinggi
sebesar 102,83cm. Sedangkan pada panjang rak loyang yaitu sebesar 79,05cm,
lebar sebesar 53cm, tinggi sebesar 152,47cm dan jarak antar loyang sebesar
9,47cm. - Alternative Title
- Chiquitita Tiara Nisa_152047910820_S1 2 FT/TI/22
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN CONTROLLING TANGKI BAHAN BAKAR MINYAK (HSD TANK) PLTGU GRATI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) (2022)
- Title
- RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN CONTROLLING TANGKI BAHAN BAKAR MINYAK (HSD TANK) PLTGU GRATI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) (2022)
- https://drive.google.com/drive/folders/12zB-7H7iciz5ZHExhHJT9nY4d5PEWMWb
- Creator
- MOKHAMMAD SADDAM YUSUF
- Date
- 2022
- Description
-
PLTGU Grati memiliki tangki bahan bakar minyak (HSD tank) dengan kapasitas
20.000 kl. Volume minyak di dalam tangki harus selalu dipantau agar tidak terjadi
kelebihan kapasitas saat pengisian maupun kekurangan bahan bakar saat proses
produksi listrik. Pengukuran volume tangki masih dilakukan secara manual
menggunakan Sounding Tape Richter. Pengukuran level tangki secara manual
tentunya tidak efektif dan efisien, serta memungkinkan terjadinya kesalahan
pembacaan skala pada meteran yang dapat mengakibatkan perhitungan persediaan
bahan bakar minyak tidak akurat. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah
perangkat keras untuk monitoring persediaan bahan bakar minyak menggunakan
sensor ultrasonic HC-SR04, monitoring temperatur bahan bakar minyak
menggunakan sensor suhu DS18B20, sistem pendeteksi kebakaran di sekitar tangki
bahan bakar minyak menggunakan sensor api SEN-0004 dan sensor asap MQ-7,
serta kendali manual untuk mengoperasikan pompa transfer saat proses pengisian
tangki bahan bakar dari jarak jauh. Hasil pengukuran sensor ditampilkan pada
Aplikasi Blynk dan LCD 20x4 Characters. Berdasarkan analisis hasil pengujian
menggunakan software SPSS dengan metode Independent Sample T-test diketahui
bahwa sensor ultrasonic HC-SR04 memiliki nilai signifikansi pengukuran level
sebesar 0,893 dan pengukuran volume sebesar 0,953, sedangkan sensor suhu
DS18B20 memiliki nilai signifikansi pengukuran suhu sebesar 0,990. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara hasil
pembacaan sensor dengan alat ukur standar. - Alternative Title
- M. Saddam Yusuf_1922020191152725_S1 4 FT/TI/22
APLIKASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN LOGIC TREE ANALYSIS (LTA) PADA MESIN BOILER BHF 13-15 TON Studi Kasus : PT. AAA (Perusahaan Minuman dalam Kemasan) (2022)
- Title
- APLIKASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN LOGIC TREE ANALYSIS (LTA) PADA MESIN BOILER BHF 13-15 TON Studi Kasus : PT. AAA (Perusahaan Minuman dalam Kemasan) (2022)
- https://drive.google.com/drive/folders/1D3cBZFNnzCMQhttRKunCAIVONkwPWdZI
- Creator
- Rohim Islahudin
- Date
- 2022
- Description
-
Dalam mempertahankan mutu dan meningkatkan produktivitas, salah satu
faktor penting yang harus diperhatikan adalah masalah perawatan mesin dan
fasilitas produksi. PT. AAA adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
minuman dalam kemasan. Mesin boiler merupakan mesin utama untuk proses
pengolahan/pemanasan teh dan kopi dalam proses produksi. Pada mesin boiler
Boiler BHF 13-15 ton sering terjadi kerusakan seperti bocor gasket header, air
feed tank habis, pasir silica crinkle, bocor gasket manhole, bocor gasket header,
rantai screw feeding putus, bearing motor id fan aus, pasir silica crinkle dan water
tube pecah. Dalam analisis perhitungan OEE didapatkan nilai sebesar 82,91%
yang artinya kinerja dari mesin boiler BHF 13-15 ton belum maksimal. Analisis
Six Big Losses dengan kontribusi paling besar adalah faktor Set Up and Ajustment
Loss sebesar 27,56%, Reduced Speed Loss sebesar 26,06% dan Defect Loss
sebesar 21,86%. Sedangkan analisis LTA terdapat Failure mode kategori A safety
problem yaitu bocor Gasket header, Air feed tank habis, bocor gasket manhole.
Kategori B outage problem yaitu bocor Gasket header, Air feed tank habis, Pasir
silica crinkle, Rantai screw feeding putus dan Water Tube Pecah. Kategori C
economic problem yaitu bearing motor id fan aus. Usulan perbaikan berdasarkan
Logic Tree Analysis Kategori A mengoperasikan boiler sesuai kebutuhan produksi
atau sesuai dengan SOP. kategori B Mengadakan pelatihan dan monitoring serta
melakukan perawatan dan pengecekan mesin secara berkala. kategori C
Melakukan perawatan dan dilakukan pelumasan secara berkala agar life time
sesuai yang diinginkan. - Alternative Title
- Rohim Islahudin_152047910812_S1 3 FT/TI/22
Modified:
Jul 9, 2026, 9:51:36 AM