Prodi Teknologi Hasil Pertanian
Rekap Tugas Akhir Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang
PENGARUH PENGGUNAAN SENYAWA BENTONIT UNTUK PROSES PEMURNIAN GULA STEVIA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA YANG DIHASILKAN - 2025
- Title
-
PENGARUH PENGGUNAAN
SENYAWA BENTONIT UNTUK PROSES PEMURNIAN GULA STEVIA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA YANG DIHASILKAN - 2025 - https://drive.google.com/drive/folders/1Z5MTsVG_NIhdtrTQhOA6tkx_x3kXymcG?usp=drive_link
- Creator
- Rahmat Hidayat
- Date
- 2025
- Description
-
Stevia adalah pemanis alami yang memiliki tingkat kemanisan 300 kali lipat, sehingga berpotensi menjadi pengganti pemanis rendah kalori. Namun, proses ekstraksi
daun stevia menghasilkan warna gelap dan rasa pahit akibat adanya tanin dan klorofil.
Oleh karena itu, metode pemurnian diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan
kejernihan stevia, salah satunya dengan menggunakan bentonit sebagai adsorben.
Terbukti bahwa bentonit dapat meningkatkan penghilangan senyawa pengotor, yang
diharapkan dapat meningkatkan kualitas ekstrak stevia dan membuatnya lebih jernih.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi
bentonit dan lama perendaman terhadap sifat fisikokimia gula stevia, serta menentukan
kombinasi perlakuan terbaik untuk memperoleh kualitas gula stevia yang lebih baik. - Alternative Title
- S1-1 FP-THP-25 RAHMAT HIDAYA_211412318153312
PENGARUH SUBTITUSI KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KARAKTERISTIK TEMPE - 2025
- Title
-
PENGARUH SUBTITUSI KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP
KARAKTERISTIK TEMPE - 2025 - https://drive.google.com/drive/folders/1cGDTtl8Pf5eEPEQZJ4lkvnKd1OLno_E8?usp=drive_link
- Creator
- DIMAS PERMADI
- Date
- 2025
- Description
-
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi kacang hijau
(Vigna radiata) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik tempe. Substitusi
dilakukan dengan tiga proporsi berbeda, yaitu 20%, 30%, dan 40%, serta menggunakan
tiga variasi konsentrasi ragi (0,05%, 0,10%, 0,15%). Parameter yang diuji meliputi
kadar protein, kadar air, kadar karbohidrat, serta uji organoleptik terhadap rasa, aroma,
tekstur, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi kacang hijau
berpengaruh signifikan terhadap kadar protein dan kadar karbohidrat tempe, sedangkan
kadar air dipengaruhi oleh interaksi antara proporsi bahan dan konsentrasi ragi.
Perlakuan terbaik dalam hal karakteristik fisikokimia diperoleh pada proporsi 30%
kacang hijau dan konsentrasi ragi 0,15% (A2B3), dengan kadar protein tertinggi dan
kadar air yang stabil. Uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan A2B3 memiliki
tingkat penerimaan terbaik dari panelis, terutama pada aspek rasa dan warna.
Penggunaan kacang hijau sebagai bahan substitusi kedelai dalam pembuatan tempe
berpotensi meningkatkan diversifikasi produk tempe dengan kualitas yang baik dan nilai ekonomis yang lebih tinggi. - Alternative Title
- S1-2 FP-THP-25 DIMAS PERMADI_211412318153567
PENGARUH VOLUME AIR DAN LAMA PEMANASAN DALAM AUTOCLAVE UNTUK PROSES EKSTRAKSI GULA STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP KARAKTERISTIKNYA - 2025
- Title
- PENGARUH VOLUME AIR DAN LAMA PEMANASAN DALAM AUTOCLAVE UNTUK PROSES EKSTRAKSI GULA STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP KARAKTERISTIKNYA - 2025
- https://drive.google.com/drive/folders/1bxrSzZljB9TCWlgHwHQj07aSXAwLvq5Y?usp=drive_link
- Creator
- OKTAVIANUS DELAVARES WAHYU
- Date
- 2025
- Description
-
Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan dua variabel bebas, yaitu volume air (250 ml, 300 ml, 350 ml) dan durasi pemanasan (2 menit, 5 menit, 8 menit). Proses ekstraksi dilakukan menggunakan autoklaf pada suhu 121°C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap parameter memiliki kisaran nilai sebagai berikut: rendemen antara 41,33 – 57,00, pH 4,55 – 4,88, kadar gula 40,30 – 74,63, berat jenis 0,99 – 1,00, derajat Brix 7 – 12, dan derajat kejernihan 60,65 – 71,98. Sementara itu, uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan pada warna berkisar antara 2,4 – 2,8, aroma 2,1 – 2,5, dan rasa 2,2 – 2,8. - Alternative Title
- S1-3 FP-THP-25 OKTAVIANUS DELAVARES WAHYU_211412318153436
Pengaruh Proporsi Buah Jambu Dan Buah Nanas Terhadap Kualitas Selai - 2024
- Title
-
Pengaruh Proporsi Buah Jambu Dan
Buah Nanas Terhadap Kualitas Selai - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/1MUH1NuPIT3Wal8v6eZgsnNLzhUqGEBkK?usp=drive_link
- Creator
- Aldi Fico
- Date
- 2024
- Description
-
Selai adalah produk makanan yang terbuat dari buah – buahan yang
dimasak bersama dengan gula, pektin dan asam sitrat. Proses pembuatan selai
melibatkan pemasakan bahan utama hingga mencapai konsistensi lembut dan
tekstur yang kental. Tujuan penelitian perbandingan proporsi buah jambu merah dan buah nanas untuk Mencari formulasi rasio buah nanas dengan buah jambu merah yang dapat memberikan kontribusi pada pengembangan produk selai nanas dengan peningkatan kualitas selai. Sampel diberi perlakuan dengan konsentrasi buah jambu merah dan buah nanas 15% : 85%, 20% : 80%, 25% : 75%, 30% : 70% , 35% : 65% diulang sebanyak 3 kali. Guna mengetahui kualitas selai yang dihasilkan pada parameter nilai angka asam, Vitamin C, kadar air serta tingkat penerimaan dari para panelis. Hasil pengujian kimia dan fisika pada selai nanas dengan penambahan buah jambu merah Hasil pengujian kimia dan fisika selai nanas nilai adalah kadar asam berkisar 3,13mg - 6,96mg, vitamin C berkisar 4,3mg – 19,2mg, kadar air berkisaran pada angka 10,6% - 28,4%. Uji
organoleptik dengan tingkat kesukaan netral untuk keseluruahan pada uji hedonik rasa nilai berkisar 3,5 - 4,2, hedonik aroma nilai berkisar 3,1 - 3,9, hedonik warna nilai berkisar 3,5 - 3,7, hedonik daya oles nilai berkisar 3,2 - 4,5. Terdapat pengaruh yang nyata pada kadar vitamin C, kadar asam dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, rasa, warna, aroma, daya oles. - Alternative Title
- Aldi Fico_201412318152774_S1 6 FP/THP/24
Pengaruh pH dan Lama Pengeringan terhadap Kualitas Fruit Leather Campuran Buah Tomat (Solanum Lycopersicum Esculentum) Terfermentasi Alami Secara Anaerob dengan Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr.) - 2024
- Title
-
Pengaruh pH dan Lama Pengeringan terhadap Kualitas Fruit Leather Campuran Buah Tomat (Solanum
Lycopersicum Esculentum) Terfermentasi Alami Secara Anaerob dengan Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr.) - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/1CezJkGdiZJD9GGNbHDCtVrGvShFvUtlW?usp=drive_link
- Creator
- Bella Septiana Adinda Sari
- Date
- 2024
- Description
-
Buah tomat termasuk sayuranl yang diminatil dan dikonsumsil masyarakat
tanpal atau denganl pengolahan terlebihl dahulu. Kandunganl gula yangl terdapat
pada buah tomatl berkisar antaral 3,2-5,6%l tergantung daril tingkat
kematangannyal menyebabkan buah tomatl dapat digunakanl sebagai medial
fermentasi bakteril probiotik. Pengolahan dengan memfermentasi secara alami
secara anaerob diduga dapat meningkatkan kandungan buah tomat. Buahl tomat
memilikil kandungan antioksidanl yang cukupl tinggi. Kandungan likopen sangatl
dibutuhkan olehl tubuh danl merupakan salahl satu antioksidanl yang lkuat. Olehl
karena itul dapat dimanfaatkan menjadi produk fruit leather dengan campuran
buah nanas. Tujuanl penelitian inil untuk mengetahuil pengaruh pH danl lama
pengeringan terhadapl kualitas fruit leather campuran buahl tomat terfermentasi
alami secara anaerob dengan buah lnanas. Penelitianl ini menggunakanl
Rancangan Acakl Kelompok (RAK) denganl faktor 1perlakuan pH terdiril dari pH 3, 3,5l dan 4 danl faktor 2l lama pengeringan terdiril dari 9 jam lama pengeringan dan 10 jam lama pengeringan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pH
berpengaruhl terhadap kadarl vitamin lc, kadar antioksidan danl kadar air. Lama
pengeringan berpengaruhl terhadap kadarl likopen, kadarl vitamin lc, kadar
antioksidan, danl kadar air. Interaksi kedua faktor berpengaruh terhadap kadar antioksidan. Perlakuan yang terbaik adalah pH 3 dan lama pengeringan 9 jam dengan skor warna (3,9), rasa (3,6) dan tekstur (3,7). Kadar likopen 7,93
lμg/l100ml, kadarl vitamin Cl 9,56 lmg/l100g, kadar antioksidanl 8137,492 ppm dan kadar air 17,45 %. - Alternative Title
- Bella Septiana Adinda Sari_2224123191154506_S1 3 FP/THP/24
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera) PADA LARUTAN NATRIUM KLORIDA DAN LARUTAN KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG YANG DIHASILKAN - 2024
- Title
-
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera)
PADA LARUTAN NATRIUM KLORIDA DAN LARUTAN KALSIUM
HIDROKSIDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN
ORGANOLEPTIK TEPUNG YANG DIHASILKAN - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/1DF8O6Mvk-PGU37WzHJ1XXZ8ercO8unIN?usp=drive_link
- Creator
- EKA PUJI UTAMI
- Date
- 2024
- Description
-
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perendaman daging lidah buaya dalam larutan natrium klorida dan kalsium hidroksida pada berbagai durasi
terhadap karakteristik fisikokimia tepung lidah buaya yang dihasilkan. Lidah buaya merupakan tanaman dengan manfaat yang luas di bidang kesehatan, kosmetik, dan pangan karena kandungan nutrisinya, seperti vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif. Tepung lidah buaya memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional, tetapi teknik pengolahannya masih perlu dioptimalkan, khususnya pada tahap perendaman yang berperan dalam menghilangkan lendir dan meningkatkan tekstur tepung.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) yang melibatkan dua faktor perlakuan, yaitu jenis larutan
perendaman (natrium klorida dan kalsium hidroksida) serta durasi perendaman (10, 20, dan 30 menit). Hasilnya dianalisis melalui uji organoleptik dan uji fisikokimia, meliputi kadar air, rendemen, viskositas, serta kapasitas dan stabilitas emulsi, untuk menilai kualitas tepung lidah buaya yang dihasilkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis dan durasi perendaman berpengaruh signifikan terhadap karakteristik tepung, di mana perendaman dalam larutan kalsium hidroksida selama 20 menit menghasilkan kualitas tepung yang optimal. - Alternative Title
- Eka Puji Utami_201412318153043_S1 7 FP/THP/24
PENGARUH PRETREATMENTS DAN VARIASI SUHU PENGERINGAN PADA KADAR VITAMIN C DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK CABAI RAWIT (Casicum frutescens) VARIETAS DEWATA - 2024
- Title
-
PENGARUH PRETREATMENTS DAN VARIASI SUHU PENGERINGAN
PADA KADAR VITAMIN C DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK
CABAI RAWIT (Casicum frutescens) VARIETAS DEWATA - 2024 - https://drive.google.com/drive/folders/15IHsUgFPy12dnLZ_0CxNJY9xOYNyPHP_?usp=drive_link
- Creator
- Nofi Hendri Arizandy
- Date
- 2024
- Description
-
Salah satu tanaman jenis sayuran yang termasuk dalam genus Capcicum adalah
cabai rawit (Capsicum fructuscens). Cabai memiliki beragam kandungan
fisikokimia yang lengkap dan berharga secara ekonomis, dengan salah satu
kandungan pentingnya adalah vitamin C.
Penggunaan metode pengeringan dengan variasi suhu merupakan pendekatan menarik untuk mengevaluasi kadar vitamin C dalam proses pengeringan, dengan tujuan untuk pengawetan. Pengawetan atau perpanjangan umur simpan pada cabai
merupakan salah satu strategi untuk mengatasi berbagai faktor yang mempengaruhi kerusakan selama musim panen, seperti curah hujan, yang dapat menyebabkan penurunan ketersediaan cabai di pasar dan fluktuasi harga cabai. - Alternative Title
- Nofi Hendri Arizandy_192412319252733_S1 5 FP/THP/24
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA KONSENTRASI BIO-SLURRY CAIR SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STROBERI (Fragaria × ananassa) - 2024
- Title
- PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA KONSENTRASI BIO-SLURRY CAIR SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STROBERI (Fragaria × ananassa) - 2024
- https://drive.google.com/drive/folders/1rH8c2XQNJ-tTDubdukllW9GKesAq_ARY?usp=drive_link
- Creator
- SYAHRUL AHMAD REZA
- Date
- 2024
- Description
-
Stroberi (Fragaria × ananassa) adalah buah yang bernilai ekonomi tinggi
dan memiliki banyak manfaat, baik dikonsumsi segar maupun diolah menjadi
berbagai produk. Produksi stroberi di Malang Raya mengalami penurunan dari
814,5 ton pada 2021 menjadi 306,6 ton pada 2022, mengakibatkan ketidakmampuan pasar terpenuhi dan perlunya peningkatan produksi. Budidaya stroberi saat ini masih bersifat konvensional dan menggunakan pemupukan
anorganik, yang dapat mengurangi kualitas tanah dan hasil produksi. Bio-slurry dari
kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dengan kandungan nutrisi
yang beragam dan potensial untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman stroberi.
Penelitian dilakukan untuk menentukan konsentrasi bio-slurry cair yang optimal
dalam meningkatkan produksi stroberi, dengan tahapan meliputi penetapan variabel
pemupukan, percobaan lapangan, aplikasi pupuk, pemantauan pertumbuhan, dan identifikasi konsentrasi pupuk yang terbaik. - Alternative Title
- Syahrul Ahmad Reza_222542118254555_S1 4 FP/THP/24
PENGARUH PENAMBAHAN AIR CUCIAN BERAS (AIR LERI) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PEMBUATAN YOGHURT TERHADAP KUALITAS YOGHURT YANG DIHASILKAN - 2024
- Title
- PENGARUH PENAMBAHAN AIR CUCIAN BERAS (AIR LERI) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PEMBUATAN YOGHURT TERHADAP KUALITAS YOGHURT YANG DIHASILKAN - 2024
- https://drive.google.com/drive/folders/1M8H7wIhlZfAiIvV4qhXwiznIdO0c1IkK?usp=drive_link
- Creator
- YUDHISTIRA KHRESNA PUTRA
- Date
- 2024
- Description
-
Beras merupakan makanan pokok di Indonesia. Konsumsi beras yang tinggi
menyebabkan banyaknya air cucian beras yang terbuang dan jarang dimanfaatkan sebagai limbah organik. Air leri memiliki kandungan senyawa organik dan mineral yang beragam sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan produk makanan maupun minuman seperti yoghurt dengan penambahan susu skim atau susu sapi segar. Oleh karena itu air leri yang dianggap limbah diinovasikan menjadi minuman yoghurt dengan tambahan susu sapi segar. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui kadar total asam, nilai pH, kadar protein dan
kekentalan pada yoghurt yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor 1 terdiri dari 2 level, dan faktor 2 terdiri dari 3 level percobaan. Faktor 1 terdiri dari variasi volume penambahan air leri ( L1 = 50mL air leri+200 mL susu, L2 = 100 mL air leri+150 mL susu). - Alternative Title
- Yudhistira Khresna Putra_2124123191153844_S1 2 FP/THP/24
ANALISIS MOTIVASI DAN KELAYAKAN USAHA TANI BAWANG MERAH (Studi Kasus : Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari) - 2024
- Title
- ANALISIS MOTIVASI DAN KELAYAKAN USAHA TANI BAWANG MERAH (Studi Kasus : Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari) - 2024
- https://drive.google.com/drive/folders/1y8rKnkzZx2kUj4FqG71ib4vlIEDC_dWc?usp=drive_link
- Creator
- YUNIAR FAHREZA RIZKI
- Date
- 2024
- Description
-
Hasil pertanian yang utama daerah Tamanharjo adalah padi, namun sejak
tahun 2010 hingga sekarang sebagian petani di daerah ini mulai beralih
menanam bawang merah, khususnya di Desa Tamanharjo. Sebagian petani padi
yang beralih menanam bawang merah disebabkan karena banyaknya hama yang membuat para petani rugi, selain itu permintaan serta harga bawang merah yang tinggi mendorong petani untuk beralih komoditi dari padi ke bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi para petani dalam berusaha bawang merah di Desa Tamanharjo. Metode penelitian menggunakan metode survei, metode analisis data menggunakan uji mann whitney dan B/C Ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mann whitney menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi kebutuhan akan keberadaan dan motivasi meningkatkan produksi, dan hasil B/C Ratio menunjukkan bahwa usaha tani bawang merah di Desa Tamanharjo tidak layak karena B/C Ratio kurang dari 1. Dengan total dengan total rata-rata biaya Rp 77.611.228 dan rata-rata total pendapatan Rp 11.279.604, didapatkan rata-rata B/C Ratio usaha tani bawang merah 0,28. - Alternative Title
- Yuniar Fahreza Rizki_201542018152984_S1 4 FP/THP/24
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH (Althernanthera amoena Voss.) VAR.CLARA (2023)
- Title
- PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH (Althernanthera amoena Voss.) VAR.CLARA (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1O0Nob78dL12b4xdJTG-daNkS7T7OM85c
- Creator
- Achmad Sandy Maulana
- Date
- 2023
- Description
-
Tahu sutera merupakan salah satu produk hasil olahan kedelai yang
mempunyai tekstur sangat lembut dan dalam proses pembuatannya gumpalan
(curd) tidak di press dan tidak dipisahkan dari cairannya, melainkan didiamkan
sehingga menyerupai agar-agar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui
fortifikasi wortel yang tepat dalam meningkatkan kandungan gizi tahu sutra yang
dihasilkan dan mengetahui pengaruh penambahan wortel dan cuka pada mutu tahu
sutra yang dihasilkan. Untuk variasi perlakuannya yaitu penambahan cuka dan
wortel, kemudian metode penelitian nya menggunakan Rancangan Acak
Kelompok. Untuk pengujian nya yaitu kadar air, serat kasar, vitamin A, ph, dan
organoleptic.
Berdasarkan data organoleptik dari keseluruhan sampel ditinjau dari warna
yang terbaik yaitu sampel H2P1 dengan nilai 46, untuk aroma yang terbaik yaitu
sampel H2P1 dengan nilai 44, untuk tekstur nilai yang terbaik yaitu 41, dan rasa
untuk nilai terbaik yaitu 44. Pada pengujian kadar air nilai yang terendah yaitu
pada wortel 500 g sebesar 83,83%, sedangkan yang tertinggi pada wortel 250 g
sebesar 84,67%. Untuk serat kasar pada penambahan wortel 500 g sebesar
16,98%, sedangkan penambahan wortel 250 g sebesar 17,47%. Kemudian untuk
vitamin A pada penambahan wortel 500 g sebesar 23,80%, sedangkan
penambahan wortel 250 g sebesar 18,58%. Lalu untuk pengujian pH pada wortel
500 g memiliki nilai sebesar 3,7 sedangkan pada wortel 250 memiliki nilai
sebesar 3,68.
Berdasarkan data organoleptik ditinjau dari warna, aroma, tekstur, dan rasa
untuk uji anova interaksi keduanya tidak berbeda nyata. Kadar air dan serat kasar
dari 2 variasi menunjukkan tidak berbeda nyata. Vitamin A menunjukkan
interaksi pada anova tidak ada interaksi pada keduanya. Pengaruh pH pengujian
anova tidak berbeda nyata. - Alternative Title
- Achmad Sandy Maulana_171412318150928_S1 9 FP/THP/23
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI PEKTIN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA YOGHURT SARI BUAH NAGA MERAH (2023)
- Title
- PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI PEKTIN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA YOGHURT SARI BUAH NAGA MERAH (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/172XNyItUu-wqb49GiP_Y9CxEBoL897IR
- Creator
- Aditya Tri Wardana
- Date
- 2023
- Description
-
Yoghurt adalah produk hasil fermentasi susu oleh Bakteri Asam
Laktat (BAL) yang menghasilkan ciri khas rasa asam. Dalam rangka
meningkatkan kualitas yoghurt, dilakukan diversifikasi dengan penambahan
bahan pengental dan penstabil seperti pektin. Pektin, yang umum digunakan
dalam makanan sebagai bahan pengental dan penstabil, membantu
mempertahankan tekstur dan viskositas yoghurt.
Tujuan penelitian perbandingan yoghurt sari buah naga dengan
penambahan pektin adalah untuk menginvestigasi pengaruh pektin terhadap
sifat fisikokimia, tekstur, rasa, dan kualitas umum yoghurt buah naga.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam
tentang manfaat penambahan pektin dalam produk yoghurt berbasis buah
naga.
Sampel diberi perlakuan dengan konsentrasi yoghurt sari buah naga
merah 1:1, 1:1,25, 1:1,5 dan juga penambahan pektin dengan konsentrasi
0,6%, 0,8%, 1% diulang sebanyak 3 kali. Guna mengetahui mutu yoghurt
yang dihasilkan pada parameter nilai pH, viscositas, asam laktat, N-amino,
Vitamin C, Antioksidan serta tingkat penerimaan dari para panelis.
Nilai yang dihasilkan meliputi nilai pH 3,3-3,6, N-Amino 0,08% -
0,17%, Kadar Asam Laktat 0,40%-0,68%, Vitamin C 22mg/100g-46mg/100g,
Viscositas 0,32 poise -1,49 poise, Antioksidan 19,98 μg/ml. Uji organoleptik
rasa menghasilkan skor 3,5 (netral) - 4,1 (agak suka), skor kesukaan aroma
2,9 (agak tidak suka) - 3,4 (netral), skor kesukaan warna 3 (netral) - 4,1 (agak
suka). - Alternative Title
- Aditya Tri Wardana_191412318152344_S1 7 TP/THP/23
AKTIVITAS ENZIM LIPASE DALAM SANTAN KELAPA (Cocos nucifera) TERHIDROLISIS (2023)
- Title
- AKTIVITAS ENZIM LIPASE DALAM SANTAN KELAPA (Cocos nucifera) TERHIDROLISIS (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1iiMjSC5O4U4LHfrFNPwmf0ktV5SuPntL
- Creator
- AGHFARIZA INDRIYANI
- Date
- 2023
- Description
-
Kelapa (Cocos unicameral.) adalah tanaman multifungsi yang semua bagian
tanaman bermanfaat sebagai bahan kebutuhan pokok manusia. Dari pemanfaatan
santan kelapa (Cocos nucifera) yang salah satunya proses pembuatanasam laurat.
Prosesnya dengan terbentuknya krim yang mengandung lebih banyakminyak dan
skim yang mengandung sedikit minyak demikian dari proses tersebut,krim yang
biasanya diambil untuk proses ke pembuatan minyak. Sedangkan skim atau air
kelapa dibuang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah skim ini masih ada atau
tidak aktifitas enzimatis dengan membandingkan masa inkubasi terhadap santan
kelapa tersebut dengan variasi suhu 40oC dan 55 oC serata kontrol hari dari Hari 0,
hari ke 1 inkubasi dan hari ke 2 inkubasi dan aktivitas enzim lipase pada skim santan
kelapa masih ada setelah inkubasi.
Penelitian eksperimental dengan melakukan uji coba hidrolisis enzimatis
oleh Skim Cairan hasil samping dari pembuatan Asam Laurat. Penelitian ini
menggunkaan 2 faktor yang dilakukan secara faktorial. Faktor pertama adalah suhu
inkubasi (pada pembuatan asam laurat) yaitu suhu 40oC dan 55oC. Faktor kedua
adalah lamanya inkubasi yaitu hari ke-0, ke-1 dan hari ke-2 kelipatan 24 jam. Data
yang diperoleh diuji menggunakan Anova jika berbeda nyata maka diuji lanjut
dengan uji BNT.
Hasil pengujian asam lemak bebas pada sampel skim pada hari ke 0 dengan
tidak ada perlakuan suhu didapatkan kadar rata-rata berkisar antara 0,51unit/mL.
Pada suhu 40oC hari ke 1 adalah 0,32 unit/mL dan hari ke 2 adalah 0,72 unit/mL.
Sedangkan pada suhu 55oC hari ke 1 adalah 0,55 unit/ mL sedangkan hari ke 2
adalah 0,67 unit/mL. Terdapat aktivitas enzim pada suhu 40 oC dengan kadar rata
pada hari ke 0 adalah 1,07 pada hari ke 1 adalah 0,59 unit/mL dan pada hari ke 2
adalah 1,35 unit/ mL protein sedangkan pada suhu 55oC juga terdapat aktivitas
enzim yaitu pada hari ke 0 adalah 1,07 unit/ mL, pada hari ke 1 adalah 0,19 unit/mL
dan pada hari ke 2 adalah 0,3 unit/mL. - Alternative Title
- Aghfariza Indriyani_211423191153478_S1 1 FP/THP/23
PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA DAN EKSTRAK BUNGA TELANG PADA PEMBUATAN SUSU JAGUNG MANIS (2023)
- Title
- PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA DAN EKSTRAK BUNGA TELANG PADA PEMBUATAN SUSU JAGUNG MANIS (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1mjGoDAICUlnnBZyE8dMvGD5fG6cdKQ2k
- Creator
- Dhatul Khasanah
- Date
- 2023
- Description
-
Susu jagung merupakan susu nabati yang diperoleh dengan cara
penggilingan biji jagung manis yang telah direbus dalam air. Hasil penggilingan
disaring untuk memperoleh filtrat yang kemudian dipasteurisasi dan diberi flavor
untuk meningkatkan rasanya. Dalam penelitian ini dilakukan penambahan tepung
maizena sebagai bahan pengemulsi dan ekstrak bunga telang sebagai pewarna pada
produk susu jagung.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi terbaik dari penambahan
tepung maizena dan ekstrak bunga telang terhadap pembuatan produk susu jagung
manis.
Masing-masing sampel menggunakan sari jagung sebanyak 200ml dengan
konsentrasi ekstrak bunga telang 20%, 30%, 40% dan penambahan tepung maizena
dengan konsentrasi tepung maizena dengan 3 kali pengulangan. Parameter
pengujian berupa nilai antioksidan, viskositas, pemisahan. Uji organoleptik ditinjau
dari nilai tingkat kesukaan warna, aroma, rasa, kekentalan. Metode penelitian secara
eksperimental dengan desain penelitian percobaan RAK faktorial. Analisa data
penggunakan uji Anova dengan nilai a = 0,05.
Nilai yang dihasilkan meliputi nilai antioksidan 18,05 - 210,84, nilai
viskositas 0,11 – 30,95, nilai pemisahan pada hari pertama 4%-20% sedangkan pada
hari ke dua 6% - 24%. Uji organoleptik rasa menghasilkan nilai tingkat kesukaan
warna 4,5 (agak suka), rata-rata nilai kesukaan aroma 3,9 (netral), rata-rata nilai
kesukaan rasa 4,1 (agak suka), dan rata-rata nilai kesukaan tekstur 4,4 (agak suka). - Alternative Title
- Dhatul Khasanah_191412318152524_S1 10 FP/THP/23
KAJIAN KOMPOSISI BERBAGAI BAHAN ORGANIK SEBAGAI MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MICROGREEN BAYAM HIJAU (Amaranthus hiybridus L.) (2023)
- Title
- KAJIAN KOMPOSISI BERBAGAI BAHAN ORGANIK SEBAGAI MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MICROGREEN BAYAM HIJAU (Amaranthus hiybridus L.) (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1d5JX15E7NPbr4vLFdPYIlgx3GsZs5K9B
- Creator
- Ira Maisarah Ali Affan
- Date
- 2023
- Description
-
Microgreen merupakan tanaman muda yang dipanen pada usia 7-14 hari,
microgreen dapat ditanam di pekarangan rumah dengan metode urban farming,
microgren bisa dikonsumsi secara langsung dalam keadaan segar tanpa diolah
terlebih dahulu. Ada banyak tanaman yang bisa ditanam dengan metode
microgreen salah satunya ialah tanaman bayam (Amaranthus hybridus L.).
Microgreen membutuhkan media tanam yang ramah lingkung dan kaya akan
unsur hara, media tanam yang cocok untuk budidaya tanaman microgreen yaitu
cocopeat, arang sekam, dan pupuk kotoran kambing.
Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2022 hingga bulan Januari
2023 di Green House dan laboraturium kampus III Fakultas Pertanian
Widyagama Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak
lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu M1 (Cocopeat + Pupuk
Kotoran Kambing (2:1)), M2 (Cocopeat + Pupuk Kotoran Kambing (1:1)), M3
(Cocopeat + Pupuk Kotoran Kambing (1:2)), M4 : (Arang Sekam + Pupuk
Kotoran Kambing (2:1)), M5 (Arang Sekam + Pupuk Kotoran Kambing (1:1), M6
(Arang sekam + Pupuk Kotoran Kambing (1 :2) dengan 4 kali pengulangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata perlakuan media terhadap
tinggi tanaman microgreen bayam hijau, dan berat bobot tanaman microgreen
bayam hijau, tapi tidak ada pengaruh nyata perlakuan media terhadap panjang
akar tanaman microgreen bayam hijau. Pada uji Kruskal Wallis (uji non
parametrik) semua perlakuan media tidak memberi pengaruh nyata terhadap (rasa,
warna, tekstur dan aroma) microgreen bayam hijau, namun ada peringkat rata-rata
kesukaan responden terhadap (rasa, warna, tekstur dan aroma) microgreen bayam
hijau. - Alternative Title
- Ira Maisarah Ali Affan_191542118252570_S1 1 FP/THP/23
PERBADINGAN BLONDO DAN SUSU SAPI SERTA KONSENTRASI LAKTOSA TERHADAP MUTU YOGURT BERBAHAN BAKU SUSU SAPI (2023)
- Title
- PERBADINGAN BLONDO DAN SUSU SAPI SERTA KONSENTRASI LAKTOSA TERHADAP MUTU YOGURT BERBAHAN BAKU SUSU SAPI (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/19oQJoEci0Krb7pMI6JRTuhBYgZrM4nl0
- Creator
- Merrysa Sih Kawedar
- Date
- 2023
- Description
-
Yogurt merupakan minuman probiotik dari susu dengan penambahan bakteri
starter L. bulgaricus dan S. thermophilus. Dalam penelitian ini dilakukan diversifikasi
dengan pembuatan yoghurt yang diberi penambahan blondo pada bahan bakunya
sebagai bentuk inovasi dan penganekaragaman produk yoghurt.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan blondo dengan susu sapi
terhadap mutu yoghurt dan juga pengaruh konsentarsi laktosa terhadap mutu yohurt.
Sampel diberi perlakuan dengan konsentrasi konsentrasi susu sapi 0%,25%, 50%
dan juga penambahan laktosa dengan konsentrasi 0%, 2%, 4% 2 kali pengulangan.
Parameter pengujianberupa nilai pH, asam lemak bebas (FFA), asam laktat dan total
BAL. Uji organoleptik ditinjau dari segi warna, tekstur, aroma dan rasa. Metode
penelitian secara eksperimental dengan desain penelitian percobaan RAK faktorial.
Analisa data menggunakan uji Anova dengan nilai α = 0,05.
Nilai yang dihasilkan meliputi nilai pH 4,98 – 4,8, asam lemak bebas (FFA)
2.08% - 1,25%, asam laktat 0,73 % - 0,53 %, N – Amino 0,08 % - 0, 02%
dan total BAL sebesar 2,9 x 106 CFU/ml. Uji organoleptik warna menghasilkan nilai
kesukaan 3,7 (netral) – 5 (suka), nilai kesukaan tekstur 3,5 (netral) – 5 (suka),nilai
kesukaan aroma 3,8 (netral) – 4,4 (agak suka) dan nilai kesukaan rasa 3,2 (netral) –
5 (suka). - Alternative Title
- Merrysa Sih Kawedar_191412318152300_S1 5 FP/THP/23
PENGARUH PERBANDINGAN BLONDO DENGAN AIR KELAPA TUA SERTA PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA TERHADAP MUTU YOGURT NABATI (2023)
- Title
- PENGARUH PERBANDINGAN BLONDO DENGAN AIR KELAPA TUA SERTA PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA TERHADAP MUTU YOGURT NABATI (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/19x9Je2vBV8nkgKP-VdfIAIWKqhwhElXA
- Creator
- Nada Husniah Shofi
- Date
- 2023
- Description
-
Yogurt merupakan minuman susu olahan yang difermentasi dengan
menambahkan bakteri starter Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophilus.
Dalam penelitian ini dilakukan diversifikasi dengan pembuatan yogurt berbahan dasar
air kelapa tua dengan campuran blondo dan penambahan maizena sebagai penstabil
pada bahan baku sebagai inovasi dan penganekaragaman produk yogurt.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan blondow dengan
air kelapa tua terhadap mutu yogurt dan juga pengaruh penambahan tepung maizena
terhadap mutu yogurt.
Sampel diberi perlakuan dengan konsentrasi konsentrasi air kelapa 0%, 50%,
100% dan juga penambahan tepung maizena dengan konsentrasi 0%, 2%, 4% dengan 3
kali pengulangan. Parameter pengujian berupa nilai pH, asam lemak bebas (FFA, asam
laktat, N-amino, total bakteri asam laktat (BAL), viskositas, pemisahan. Uji
organoleptik ditinjau dari segi tekstur aroma dan rasa. Metode penelitian secara
eksperimental dengan desain penelitian percobaan RAK faktorial. Analisa data
menggunakan uji anova dengan nilai a=0,05.
Nilai yang dihasilkan meliputi nilai pH 4,21-4,32, asam lemak bebas (FFA)
1,09%-1,26%, asam laktat blablabla, N-amino 0,03-0,06, total BAL sebesar 2,9 x × 106
CFU/ml, viskositas 0,013 g.cm/detik – 0,42 g.cm/detik (poise), dan pemisahan yogurt
pada hari pertama 0%-75% sedangkan pada hari kelima 0%-77%. Uji organoleptik rasa
menghasilkan skor kesukaan 2,3 (agak tidak suka) - 5 (suka), skor kesukaan aroma 2,7
(agak tidak suka) - 4 (agak suka), dan nilai kesukaan warna 2,5 (agak tidak suka) - 5
(suka). - Alternative Title
- Nada Husniah Shofi_191412318152362_S1 4 FP/THP/23
PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA BERANTIOKSIDAN DARI UBI JALAR UNGU “(Ipomoea Batatas L var. Antin 2 )” SECARA HIDROLISIS ENZIMATIS (KAJIAN VARIASI KONSENTRASI ENZIM α-AMILASE DAN ENZIM AMILOGLUKOSIDASE) (2023)
- Title
-
PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA BERANTIOKSIDAN DARI UBI JALAR UNGU “(Ipomoea Batatas L var. Antin 2 )”
SECARA HIDROLISIS ENZIMATIS (KAJIAN VARIASI KONSENTRASI ENZIM α-AMILASE DAN ENZIM AMILOGLUKOSIDASE) (2023) - https://drive.google.com/drive/folders/1L9lb41kEQ-Fl6iyK8p29s3Vv1UH96zY8
- Creator
- OKTAVIANI EKA CAHYA WULANDARI
- Date
- 2023
- Description
-
Sirup dan gula merupakan bahan penting yang terdapat dalam banyak
makanan berbahan dasar pati. Sirup merupakan sejenis larutan atau cairan yang
mengandung kadar gula tinggi. Bahan dasar sirup ialah glukosa yang dapat
dihasilkan dari umbi-umbian yaitu ubi jalar ungu. Penelitian ini dilakukan secara
hidrolisis enzimatis dengan variasi konsentrasi enzim α-amilase dan enzim
amiloglukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memanfaatkan ubi ungu
sebagai bahan baku produksi gula dengan menggunakan proses likuifikasi dan
sakarifikasi secara enzimatis. Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah (1)
memperoleh kondisi konsentrasi enzim α-amilase yang optimum pada proses
likuifikasi. (2) memperoleh konsentrasi enzim glukoamilase pada proses
sakarifikasi (3) menentukan karakteristik gula dari tepung ubi ungu sesuai dengan
SNI 01-2978-1992 (4) menghasilkan produk berupa sirup glukosa berantioksidan.
Data penelitian disusun menggunakan faktor tunggal rancangan acak lengkap
(RAL). Data penelitian dianalisis menggunakan One Way Anova pada α=5%
apabila terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji BNT α=5%. Tahap
pertama adalah proses likuifikasi yang melihat dari nilai SD yaitu konsentrasi
enzim α-amylase. Konsentrasi enzim α-amilase terdiri dari dua level yaitu 1 ml;
1,5ml/kg ubi ungu. Pengamatan proses likuifikasi meliputi jumlah total padatan
terlarut, dan kadar gula reduksi. Hasil terbaik dari tahap likuifikasi dipergunakan
pada tahap kedua yaitu proses sakarifikasi dengan variasi konsentrasi (0,4;0,6;0,8
mL). Berdasarkan hasil penelitian yaitu konsentrasi enzim α-amilase pada tahap
likuifikasi perlakuan terbaik pada 1,5 ml. Pada proses likuifikasi menunjukkan
hasil analisa jumlah total padatan terlarut yaitu sebesar 12,67% ± 0,0058 dan dari
hasil analisa gula reduksi sebesar 19,19% ± 0,0026. Pada proses sakarifikasi
jumlah total padatan terlarut tertinggi yaitu 25,67%, kadar gula reduksi tertinggi
48,60%, kadar air 16,77%, kadar abu 0,41% telah memenuhi syarat sesuai dengan
persyaratan SNI 01-2978-1992. Karakteristik fisika meliputi kadar rendemen
76,28% dan nilai viskoitas sirup 4.672 Cp, Karakteristik kimia meliputi kadar
serat 4,87%, kadar antosianin 0,0635%, dan Akivitas Antioksidan tertinggi
mampu menghambat radikal bebas sebesar 12,018 ppm pada penambahan 20 ppm
DPPH, Organoleptik tingkat kemanisan yaitu dengan skor 3,9 (Manis). Hasil
perlakuan terbaik ada pada kombinasi konsentrasi 1,5 ml enzim α-amylase dengan
0,8 ml enzim glukoamilase. - Alternative Title
- Oktaviani Eka Cahya Wulandari_2114123191153730_S1 2 FP/THP/23
PENGARUH KONSENTRASI PISANG KEPOK PUTIH (Musa acuminate sp.) DAN GELATIN TERHADAP KUALITAS FISIKOKIMIA DAN SENSORIS BOBA (2023)
- Title
- PENGARUH KONSENTRASI PISANG KEPOK PUTIH (Musa acuminate sp.) DAN GELATIN TERHADAP KUALITAS FISIKOKIMIA DAN SENSORIS BOBA (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1CyaZQU3RdOhh5-COTLgLG4Mftn78xCbf
- Creator
- RETNO APRILIA
- Date
- 2023
- Description
-
Salah satu hasil pertanian yang produksinya besar, digemari oleh
masyarakat dan kaya akan serat yaitu buah pisang. Pisang memiliki banyak varietas
salah satunya pisang kepok putih. Buah pisang kepok putih berpotensi untuk diolah
menjadi bahan dasar dari boba. Produk boba dalam penelitian ini memanfaatkan
daging buah pisang kepok putih. Pengolahan produk boba dengan memperhatikan
adanya dua penambahan konsentrasi yaitu daging buah pisang kepok putih dan
gelatin. Produk tersebut dapat meningkatkan mutu boba dalam segi fisik yang
disukai dan kaya akan gizi dengan tanpa khawatir akan gemuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur
pisang kepok putih serta gelatin dalam formulasi pembuatan boba terhadap sifat
fisik, kimia dan sensoris. Pada penelitian ini menggunakan 2 faktor diantaranya
adalah konsentrasi pisang kepok putih (10%, 15%, 20%) dan konsentrasi gelatin
(1%, 3%).
Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yang disusun secara faktorial.
Statistik menggunakan analisis varian (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan
maka dilakukan uji lanjut LSD/BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf nyata
α=5%. Parameter pengamatan yang diukur dan diamati dalam penelitian ini adalah
kadar air, kadar gula reduksi, kadar serat kasar, daya absorpsi air, volume
pengembangan, kadar pati, tekstur dan uji sensoris meliputi (warna, tekstur, rasa,
dan aroma).
Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air boba berkisar 56,14% -
58,90%, kadar gula reduksi berkisar 9,69% - 10,84%, kadar serat kasar berkisar
0,99% - 2,48%, daya absorpsi air berkisar 28,01% - 37,45%, volume
pengembangan berkisar 39,62% - 55,91%, kadar pati berkisar 8,71% - 9,95%,
tekstur berkisar 19,49 N/m2
- 20,92 N/m2
. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa
rentang penilaian rata rata uji sensoris terhadap warna oleh panelis berkisar 3,87
(suka) dan 3,23 (biasa/normal), tekstur berkisar 4,19 (suka) dan 2,44 (tidak suka),
rasa berkisar 4,37 (suka) dan 2,67 (biasa/normal).
Perlakuan terbaik didapatkan pada kombinasi perlakuan penambahan
konsentrasi pisang kepok putih sebesar 20% dan gelatin 3% (P3G2) dengan kadar
pati 9,95%, sensoris tekstur 3,7 (suka), tekstur (19,49 N/m2
), uji sensoris terhadap
rasa 3.9 (suka), kadar gula reduksi 10,81%, volume pengembangan 55,91%, daya
absorpsi air 37,45%, kadar serat kasar 2,48%, kadar air 58,55%, sensoris warna 4
(suka) dan sensoris aroma 3,8 (suka). - Alternative Title
- Retno Aprilia_171412318151123_S1 3 FP/THP/23
PENGARUH KONSENTRASI GULA SINGKONG CAIR DAN KONSENTRASI ASAM MALAT TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SARI APEL “ESEMKA” (2023)
- Title
- PENGARUH KONSENTRASI GULA SINGKONG CAIR DAN KONSENTRASI ASAM MALAT TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SARI APEL “ESEMKA” (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/1hgW9_mAADkGxXhUCSTyXq7wdcKC-OWhD
- Creator
- RISAL BUDI UTAMA
- Date
- 2023
- Description
-
Sari apel adalah hasil dari pemerasan atau pengestrakan buah. Pembuatan
sari buah sebagian besar ditujukan untuk memperluas jangka waktu kegunaan dan
kenyamanan produk organik yang realistis. Terlepas dari kenyataan bahwa ada
sedikit perbedaan dalam pembuatan sari buah dari setiap jenis buah, tetapi
prinsipnya sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
perbandingan penambahan konsentarsi gula singkong cair sebagai pengganti gula
kristal dan pengaruh penambahan asam malat. Penelitian ini disusun dalam satu
tahap penelitian, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial
dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah konsentrasi gula singkong (5%,
7,5%, 10%) dan faktor II yaitu konsentrasi asam malat 0,05% dan 0,1 %. Data
yang diperoleh dengan One Way Anova pada a = 5% jika berpengaruh nyata,
dilanjutan uji BNT pada taraf nyata a = 5%. Sifat kimia yang diuji meliputi analisis
nilai pH, uji vitamin C, uji total padatan terlarut (TPT) dan uji kadar gula reduksi.
Hasil pH sari buah apel (R2S2) lebih rendah dibanding (R3S1). Hasil uji total
padatan terlarut (TPT) tertinggi pada perlakuan (R3S2) dan terendah pada
perlakuan (R1S1). Pada uji vitamin C tidak ada pengaruh pada sari apel. Dan pada
uji gula pereduksi didapatkan hasil tertinggi yaitu (R3S2) dan terendah (R1S1).
Hasil perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan (R3S2) dengan nilai total
padatan terlarut (TPT) 6,63b , gula pereduksi dengan nilai 1,11f . Nilai penilaian
panelis terhadap rasa adalah 3,80 (suka), aroma 3,50 (khas sari apel), kenampakan
3,80 (ketertarikan), warna 3,80 (kecoklatan). - Alternative Title
- Risal Budi Utama_181412319151757_S1 6 FP/THP/23
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI PEKTIN TERHADAP KUALITAS YOGURT SARI BUAH APEL ROME BEAUTY (2023)
- Title
- PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI PEKTIN TERHADAP KUALITAS YOGURT SARI BUAH APEL ROME BEAUTY (2023)
- https://drive.google.com/drive/folders/11B0WgFAaT40I_Ripo1qeVSJuGwsuZ4s1
- Creator
- Ryan Thaurisma
- Date
- 2023
- Description
-
Yogurt merupakan produk hasil fermentasi susu menggunakan kultur
bakteri asam laktat sebagai starter. Proses pembuatan melibatkan fermentasi susu
yang telah dipasteurisasi dengan starter bakteri, menghasilkan produk yang
mengental yang dikenal sebagai yogurt.
Penelitian ini fokus pada pembuatan yogurt dengan penambahan sari buah
apel dan pektin sebagai penstabil untuk menginvestigasi pengaruh pektin terhadap
sifat fisikokimia, tekstur, rasa, dan kualitas umum yogurt sari buah apel.
Tujuannya adalah memahami pengaruh penambahan bahan-bahan ini pada mutu
dan karakteristik yogurt yang dihasilkan.
Sampel diberi perlakuan dengan konsentrasi yogurt sari buah apel 25% :
75%, 50% : 50%, 75% : 25% dan juga penambahan pektin dengan konsentrasi
0,75%, 1%, 1,25% diulang sebanyak 3 kali. Guna mengetahui mutu yogurt yang
dihasilkan pada parameter pH, asam lemak bebas (FFA), asam laktat, N-amino,
total bakteri asam laktat, serta penerimaan yogurt oleh panelis.
Dari hasil pengamatan terhadap yogurt sari buah apel dengan memiliki nilai
pH berkisar antara 3,08 sampai 3,24. Nilai asam lemak bebas (FFA) berkisar antara
1,9% sampai 2,42%. Nilai asam laktat berkisar antara 0,62% sampai 1,0%. Nilai
N–Amino berkisar antara 0,1% sampai 0,13% dan viskositas berkisar 0,25 poise
sampai 3,03 poise. Dari hasil analisis keragaman (Anova) perlakuan penambahan
sari buah apel dengan konsentrasi pektin tidak berpengaruh nyata. Tetapi sangat
berpengaruh nyata terhadap kandungan asam lemak bebas (FFA), asam laktat, n-
amino dan viskositas. Hasil uji panelis (Oraganoleptik) rasa, warna, aroma, dan
tekstur menunjukan pengaruh penambahan sari buah apel dan pektin. - Alternative Title
- Ryan Thaurisma_191412318152262_S1 8 FP/THP/23
Modified:
Jul 9, 2026, 9:51:19 AM
PENGARUH PERBANDINGAN SUSU DAN KRIM SANTAN KELAPA (BLONDO) PADA PEMBUATAN KEJU DENGAN ASAM SITRAT-2022
- Title
- PENGARUH PERBANDINGAN SUSU DAN KRIM SANTAN KELAPA (BLONDO) PADA PEMBUATAN KEJU DENGAN ASAM SITRAT-2022
- https://drive.google.com/drive/folders/1m6KES9gf_OwENDTGrk95e4QQHQN6FGxG?usp=drive_link
- Creator
- Tantri Indriani
- Date
- 2022
- Description
- Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan kesimpulan sebagai berikut: 1. Perbandingan susu sapi dan krimsantan kelapa dengan penambahan asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein dibuktikan dengan nilai signifikan dibawah 0,05 sedangkan pada kadar lemak, nilai pH dan sifat organoleptik tidak berpengaruh nyata. 2. Keju nabati yang memiliki kadar air yang paling rendah yaitu 50,6% dan yang tertinggi yaitu 77,5%. Sedangkan pada kadar lemak keju nabati memiliki kadar lemak yang paling rendah yaitu 12% dan yang tertinggi yaitu 53,5%. Pada pH, nilai pH susu, krim santan kelapa dan asam sitrat sesudah dipanaskan yang paling rendahyaitu 6,2 dan yang tertinggi yaitu6,6. Kemudian untuk kadar protein, keju nabati memiliki kadar protein yang paling rendah yaitu 2,04% yang tertinggi yaitu 40,4% 3. Uji organoleptik rasa yang paling banyak disukai pada keju nabati yaitu perlakuan 75% susu sapi, 25 % krim santan kelapa dan (2%) asam sitrat (P3T1) dengan rata-rata 5.1. Aroma yang paling banyak disukai pada keju nabati yaitu perlakuan 100% susu sapi, 0% krim santan kelapa dan (2%) asam sitrat (P4T1) dengan rata-rata 5.1. Tekstur yang paling banyak disukai pada keju nabati yaitu perlakuan 50% susu sapi, 50% krim santan kelapa dan (4%) asam sitrat (P2T2) dengan rata-rata 4.1. Warna yang paling banyak disukai pada keju nabati yaitu perlakuan 100% susu sapi, 0% krim santan kelapa dan (2%) asam sitrat (P4T1) dengan rata-rata 5.1.
- Alternative Title
- Tantri Indriani_181412318151517_S1 2 FP/THP/22
PENGARUH PROPORSI BUBUK KOPI & BUBUK NANAS TERHADAP KUALITAS KOPNAS (KOPI NANAS)-2022
- Title
- PENGARUH PROPORSI BUBUK KOPI & BUBUK NANAS TERHADAP KUALITAS KOPNAS (KOPI NANAS)-2022
- https://drive.google.com/drive/folders/1nYHiZjEF5OEDnuJ5Ey6BUELDcxMENa1W?usp=drive_link
- Creator
- MARIA JELITA
- Date
- 2022
- Description
- Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Perbandingan proporsi bubuk kopi robusta dengan bubuk nanas tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan organoleptik. Tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar kafein dan kadar vitamin C. 2. Kopi nanas ( kopnas) yang memiliki kadar air yang paling tinggi 6,83% ( 90% bubuk kopi robusta dan 10% bubuk nanas pada perlakuan P1). dan yang terendah pada 5,83% (60% bubuk kopi robusta dan 40% bubuk nanas pada perlakuan P4). 3. Kopi nanas yang memiliki kadar vitamin C paling rendah 0,2% pada perlakuan P3. Dan kadar vitamin C yang paling tinggi 0,6% pada perlakuan P1. 4. Kopi nanas yang memiliki kadar kafein rendah yaitu 80% bubuk kopi dan 20% bubuk nanas madu ( P2) dengan menghasilkan rata –rata 0,1%. Dan kopi nanas yang memiliki kadar kafein tinggi yaitu 60% bubuk kopi dan 40% bubuk nanas madu (P4) dengan menghasilkan nilai rata-rata 0,4%. 5. Uji organoleptik rasa yang paling banyak disukai pada kopnas yaitu perlakuan 60% Bubuk Kopi Robusta dan 40 % Bubuk Nanas Madu (P4) menghasilkan rata-rata paling tinggi sebesar 4,1 (suka). Kemudian perlakuan dengan proporsi 80% Bubuk Kopi Robusta dan 20% Bubuk Nanas Madu ( P2) menghasilkan rata-rata paling rendah sebesar 3,4 (biasa). 6. Uji Oragnoleptik warna yang paling banyak disukai pada perlakuan 90% Bubuk Kopi Robusta dan 10% Bubuk Nanas Madu ( P1) menghasilkan rata –rata paling tinggi terbesar 4,3 (sangat suka).
- Alternative Title
- Maria Jelita_181412318151559_S1 8 FP/THP/22
PENGARUH SUHU PENGERINGAN DAN LAMA PELAYUAN SERBUK BUAH SALAK DALAM PEMBUATAN TEH CELUP TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIANYA-2022
- Title
- PENGARUH SUHU PENGERINGAN DAN LAMA PELAYUAN SERBUK BUAH SALAK DALAM PEMBUATAN TEH CELUP TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIANYA-2022
- https://drive.google.com/drive/folders/1c6TQvgwzszt7UaCo4UaSVnV16NQOtsTP?usp=drive_link
- Creator
- KIKI MIRZA AMALIA
- Date
- 2022
- Description
- Berdasarkan penelitian yang telah diperoleh pada teh celup buah salak pondoh yang diberi perlakuan suhu pengeringan dan lama pelayuan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Pengujian organoleptik teh celup buah salak pondoh terhadap rasa berkisar 3 (netral) - 3,5 (suka) dan yang paling banyak disukai yaitu suhu pengeringan 60C dengan lama pelayuan 75 menit (L2P3), suhu pengeringan 80C dengan lama pelayuan 60 menit dan 75 menit (L3P1, L3P3) dengan rata-rata skor 3,5 (suka). Aroma berkisar 2,3 (sedikit tidak suka) - 3,5 (suka) dan yang paling banyak disukai yaitu suhu pengeringan 80C dengan lama pelayuan 75 menit (L3P3) dengan rata-rata skor 3,5 (suka). Warna berkisar 2,3 (sedikit tidak suka - 4,3 (suka atau sangat suka) dan yang paling banyak disukai yaitu suhu pengeringan 80C dengan lama pelayuan 75 menit (L3P3) dengan rata-rata skor 4,3 (suka atau sangat suka). 2. Pengujian tingkat warna teh celup buah salak pondoh terhadap tingkat kecerahan berkisar 28,14 - 41,3, kemudian tingkat kemerahan berkisar 7 - 16,7 dan tingkat kekuningan berkisar 15 - 27,9. 3. Teh celup buah salak pondoh memiliki tingkat kelarutan berkisar 76,09% - 81,06. Pada pH berkisar 5,79 - 5,96, kemudian pada kadar air berkisar 0,5% - 6,5% dan pada kadar vitamin C berkisar 267 ppm - 741 ppm.
- Alternative Title
- Kiki Mirza Amalia_2014123181153018_S1 7 FP/THP/22
PENGARUH PROPORSI JAGUNG PULUT (Zea Mays Certaina) DAN KEDELAI (Glycine Max (L) Meriil) PADA KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEMPE-2022
- Title
- PENGARUH PROPORSI JAGUNG PULUT (Zea Mays Certaina) DAN KEDELAI (Glycine Max (L) Meriil) PADA KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEMPE-2022
- https://drive.google.com/drive/folders/1myWdZ84JeN7b4Egls32iOqBuPoXJ1g3g?usp=drive_link
- Creator
- Kholifatul Jamilah
- Date
- 2022
- Description
- Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1 Hasil uji kadar air tempe kedelai dan jagung Pulut berkisar antara 50,38% hingga 62,22% dan kadar protein berkisar antara 46,16% hingga 18,05%. 2 Hasil uji rasa dari peserta panelis nilai rata-rata rasa tempe pulut jagung berkisar antara 2,9 (normal) hingga 3,6 (mirip). Dari segi aroma, nilai rata-rata penilaian panelis berkisar antara 2,9 (agak khas tempe) hingga 3,7 (khas tempe) dan uji sensoris terhadap warna, nilai rata-rata penilaian panelis berkisar antara 3,1 ( agak putih) - 3,6 (putih). Dari segi tekstur, nilai rata-rata penilaian panelis berkisar antara 2,9 (cukup padat) hingga 3,4 (padat). 3 Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perbandingan kedelai dan jagung berpengaruh nyata terhadap kadar air pada pengujian, sehingga dilakukan uji lanjut. Sedangkan pengujian kadar protein pada hasil ANOVA menunjukkan bahwa rasio kedelai dan jagung serta konsentrasi ragi tidak berpengaruh nyata.
- Alternative Title
- Kholifatul Jamilah_181412319151895_S1 9 FP/THP/22
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KEDELAI DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP KUALITAS MIE BASAH-2022
- Title
- PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KEDELAI DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP KUALITAS MIE BASAH-2022
- https://drive.google.com/drive/folders/1NG9FufBJvuEeH4rFxNwn7xI63aaCDRAi?usp=drive_link
- Creator
- FLAVIANA SERAN
- Date
- 2022
- Description
- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung kedelai dan penambahan cmc terhadap kualitas mie basah. Penelitian ini merupakan penelitian dua faktor yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah proporsi tepung kedelai yang terdiri dari level 30: 70, 40: 60, 50:50, serta kosentrasi penambahan cmc yang terdiri dari dua level yaitu 1 gram dan 2 gram. Karakteristik mutu yang diuji anatara lain adalah daya serap air, daya putus, kadar air, kadar protein, tingkat kesukaan pada organoleptik rasa, warna dan tekstur dengan penilaian uji hedonic test berskala 5. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai dari masing-masing variabel yakni : Daya serap air 17,13%-42,65%, daya putus 0,045 N/cm2-0,079 N/cm2, kadar air 61,78%-66.90%, dan kadar protein 2,75%-6,98%. Rasa mie basah yang paling disukai adalah pada perlakuan tepung kedelai : terigu 40:60 dan penambahan 1 gram cmc, sedangkan warna mie basah yang paling disukai terpada pada perlakuan tepung kedelai: terigu 30: 70 dan penambahan 1 gram cmc, dan tekstur mie basah yang paling disukai adalah pada perlakuan tepung kedelai : terigu 30: 70 dan penambahan 2 gram CMC.
- Alternative Title
- Flaviana Seran_153132810672_S1 6 FP/THP/22
STUDI PENGARUH PROPORSI DAN BENTUK KAYU MANIS TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEMULAWAK INSTAN-2022
- Title
- STUDI PENGARUH PROPORSI DAN BENTUK KAYU MANIS TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEMULAWAK INSTAN-2022
- https://drive.google.com/drive/folders/1xvE6Q8liBSzPSoCQsl4LoW1P-CZhdVaI?usp=drive_link
- Creator
- Alfian Rizqi Fauzi
- Date
- 2022
- Description
- Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dan menggunakan percobaan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara factorial. Analisis statistik menggunakan analisis ragam satu arah (One Way Anova) apabila terdapat perbedaan maka dilakukan dengan analisis Uji Tukey dengan α ≤ 5% kombinasi perbandingan proporsi kayu manis dan variasi bentuk kayu manis. Parameter pengamatan yang diukur dalam penelitian ini adalah densitas kamba, kadar air, gula reduksi. Uji organoleptik pada penelitian ini mengunakan metode uji acceptance (hedonic scale test). Dari hasil penelitian diperoleh dari analisis temulawak instan yakni untuk densitas kamba dengan rata – rata setiap perlakuan ialah 0,689 – 0,767 g/mL. Sementara itu untuk rata – rata hasil ujiPkadarPairPpadaPtemulawak instan padaPpenelitianPini ialah berkisar dari 1,5 – 2%. Lebih lanjut lagi untuk rata – rata hasil uji gula reduksi pada temulawak instan pada penelitian ini ialah berkisar dari 27,467 – 39,203 %. Pada Penelitian ini dapat diketahui bahwa rentang penilaian rata – rata uji organoleptik terhadap rasa oleh panelis berkisar pada 3,615 – 4,154 (netral – suka). Pada penelitian ini juga dapat diketahui bahwa rentang penilaian rata – rata uji organoleptik terhadap warna oleh panelis berkisar pada 3,5 – 4,4 (netral – suka). Pada penelitian ini juga dapat diketahui bahwa rentang penilaian rata – rata uji organoleptik terhadap aroma oleh panelis berkisar pada 3,4 – 4,1 (netral – suka). Kesimpulan yag didapat ialah, pemberian perlakuan, baik variasi proporsi kayu manis (5 g, 7,5 g dan 10 g) dan variasi bentuk kayu manis (scrumble dan bubuk) tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan yang diukur dalam penelitian ini.
- Alternative Title
- Alfian Rizqi Fauzi_181412318151648_S1 3 FP/THP/22
PENGARUH PROPORSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DAN KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiate L) DAN KONSENTRASI PEKTIN PADA KUALITAS MINUMAN FUNGSIONAL SUSU JAGUNG (SUJAKAJU) -2022
- Title
-
PENGARUH PROPORSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DAN KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiate L) DAN KONSENTRASI PEKTIN PADA KUALITAS MINUMAN FUNGSIONAL SUSU JAGUNG
(SUJAKAJU) -2022
- https://drive.google.com/drive/folders/10v2qvF1e4q0MuLpiKBQ1qysuMKfyzXNr?usp=drive_link
- Creator
- Afrasia Arfilamin Jeti
- Date
- 2022
- Description
- Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Proporsi jagung manis dan kecambah kacang hijau berpengaruh nyata terhadap viskositas,total padatan terlarut dan kadar protein. Dan tidak berbeda nyata terhadap sifat organoleptiknya (Rasa, aroma, warna dan kekentalan). 2. Penambahan pektin berpengaruh nyata terhadap viskositas kadar protein dan tidak berpengaruh nyata terhadap total padatan terlarut juga sifat organoleptiknya (Rasa, aroma, warna, dan kekentalan) . 3. Interaksi antara proporsi jagung dan kacang hijau dengan penambahan pektin berbeda nyata terhadap viskositas,kadar protein dan total padatan terlarut. Juga berbeda nyata terhadap warna dan kekentalan pada uji organoleptik. 4. Susu jagung kacang hijau yang memiliki viskositas tertinggi diperlakuan (K3T3) yaitu 0,120N/m2 . Sedangkan pada total padatan tertinggi diperlakuan (K2T1) yaitu 174,0% Kemudian untuk kadar protein, susu jagung kacang hijau memiliki kadar protein yang tertinggi diperlakuan (K3T3) yaitu 21,13%.
- Alternative Title
- Afrasia Arfilamin Jeti_181412318151625_S1 1 FP/THP/22